5 M Intai Target Hingga Niat Lebur Emas Senilai Rp 1 Perampokan Toko Emas di Tamansari Terungkap

Tidak butuh waktu lama bagi kepolisian untuk mengungkap kasus perampokan di sebuah toko emas, Pasar Pecah Kulit, Tamansari, Jakarta Barat yang terjadi pada Jumat (28/2/2020) siang. Ternyata pelakunya tinggal di perumahan tak jauh dari lokasi kejadian. Polisi meringkus Willy Susetia (67) dari kediamannya di kawasan Pinangisa, Jakarta Barat, Senin (2/3/2020).

Perampokan tersebut dilakukan sendirian oleh pelaku. Niat Willy Susetia merampok Toko Mas Cantik muncul setelah dirinya terlilit utang akibat perusahaannya bangkrut. Pelaku pun diketahui berasal dari kalangan berada.

"Yang bersangkutan dulunya bekerja di hiburan kemudian terlilit utang dan punya mobil digadaikan. Karena terlilit utang sehingga nekat melakukan perampokan," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana di Mapolres Metro Jakarta Barat, Rabu (4/3/2020). Pelaku diketahui baru pertama kali melakukan aksi perampokan. Tujuh hari sebelum aksinya, pelaku telah menyusun rencana.

Pemilihan target perampokan karena lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya di Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat. Dia sering lewat dan melihat ada kesempatan. "Jadi tersangka sudah mengamati situasi. Toko itu dipilih lantaran lebih menjorok ke dalam pasar ketimbang toko lainnnya," kata Kapolda.

Sebelum beraksi, Willy Susetia (67) memang sudah memantau situasi di lokasi. Hal tersebut disampaikan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana saat merilis kasus perampokan Toko Emas Cantik di Mapolres Metro Jakarta Barat, Rabu (4/3/2020). "Ini tersangka memang sudah cukup lama mengamati menggambar situasi di lokasi tersebut," kata Nana.

Ia pun sebelumnya mengamati dan mempelajari situasi di lokasi yang sudah menjadi targetnya. Ia melihat celah bila toko emas incarannya tetap buka di saat toko emas di dekatnya tutup karena penjaga melaksanakan Salat Jumat. Setelah menyusun rencana dan memetakan situasi, pelaku pun kemudian beraksi pada Jumat (28/2/2020) siang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pelaku awalnya mendatangi Toko Mas Cantik dengan membawa kursi plastik berwarna merah. Melihat hal tersebut, karyawan toko emas sempat mengira pelaku hendak berbelanja emas. "Pelaku diterima karyawan toko bernama Hevi dan Novi yang sebelumnya dikira hendak berbelanja emas," kata Kombes Pol Yusri Yunus, Jumat (28/2/2020).

Tak lama kemudian, pelaku masuk ke dalam toko dengan meloncat menggunakan kursi plastik yang dibawanya. Lalu, pelaku menodongkan senjata dan menembakkannya ke arah tak beraturan hingga mengenai lampu toko. "Pelaku menembakkan senjata hingga mengenai lampu toko dan pecah," katanya.

Setelah itu, pelaku berusaha melarikan diri ke luar pasar. Saat berupaya melarikan diri, pelaku diadang petugas keamanan dan petugas kebersihan yang berjaga. "Pelaku yang menggunakan jaket dan helm tertutup berusaha kabur keluar dari pasar dan dihalangi security dan petugas sampah yang hendak membantu korban," katanya.

Melihat hal tersebut, pelaku kemudian menembakkan senjatanya hingga mengenai kaki petugas kebersihan. Setelah itu, pelaku melarikan diri. "Pelaku menembakkan senjata dan mengenai kaki petugas sampah yang saat ini diduga dibawa ke RS Husada. Berdasarkan laporan yang diterima piket Tamansari, tim bergerak ke TKP dan melakukan olah TKP awal," katanya.

Setelah mengetahui ada aksi perampokan toko emas di Tamansari, Jakarta Barat, polisi pun bergerak cepat memburu pelakunya. Hingga ahirnya berdasarkan penyelidikan dan petunjuk yang dikumpulkan, polisi mengantongi identitas pelaku dan menangkapnya. Lantaran berusaha melawan petugas dengan senjata api yang dimilikinya, Willy terpaksa ditembak di bagian kaki.

"Saat dilakukan penangkapan, dia lakukan perlawanan, kemudian lakukan penembakan dan kenai kaki yang bersangkutan," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana di Mapolres Metro Jakarta Barat, Rabu (4/3/2020). Nana mengatakan, dari tempat tinggal Willy, polisi mengamankan tiga kilogram emas senilai Rp 1,5 miliar yang digasak dari Toko Emas Cantik. Serta empat pucuk senjata api, 280 butir peluru, alat pelebur emas, serta sepeda motor yang dipakai saat merampok.

"Ini emas yang mereka rampok masih utuh sekitar tiga kilogram," kata Nana. Sementara terkait empat senpi yang ada di lokasi, Nana menyebutkan, senjata bersama ratusan peluru itu berasal dari rekannya bernama Cecep. Beberapa senjata yang diamankan, yakni Baretta Gardone, Revolver Undercover 32, Freedom Arm, dan Pen Gun.

"Kita terus selidiki penguasaan senpi ini," kata Nana. Akibat perbuatannya, Willy terancam hukuman penjara 15 tahun lantaran dianggap melanggar pasal 365 kuhp tentang Pencurian dan Kekerasan serta Undang Undang Darurat nomer 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api. Nana mengatakan, tiga kilogram emas yang berhasil dicuri dari toko emas Cantik rencananya akan dilebur terlebih dahulu oleh pelaku sebelum dijual.

Alat pelebur emas juga ditemukan di rumah pelaku yang lokasinya tak jauh dari lokasi kejadian di Pasar Pecah Kulit, Tamansari, Jakarta Barat. "Dari keterangan tersangka, emas akan dilebur dan baru mereka jual. Jadi, alat sudah ada," kata Nana. Nana menerangkan, alasan pelaku meleburkan dahulu emas curiannya sebelum dijual lantaran ia takut dipermasalahkan karena tak memiliki sertifikat perhiasan.

"(Karena) ada rasa khawatir takut dikenal barang barangnya," ucap Nana.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*