Ahli Seksologi Dokter Naek L Tobing Tutup Usia

Ahli seksologi dr Naek L Tobing meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2020). Kabar duka tersebut pun dikonfirmasi Kepala Bidang Humas Rumah Sakit Pusat Pertamina, Agus W Susetyo. Sayangnya untuk penyebab meninggal dan detil kondisi terakhir dr Naek L Tobing pihak rumah sakit tidak bisa membocorkan.

"Masalah penyebab enggak bisa diberikan informasinya," kata Agus. Kabar meninggalnya dr Naek L Tobing ini juga sudah menyebar di media sosial dan banyak netizen yang menyampaikan ucapan duka atas meninggalnya ahli seksiologi senior itu. "RIP dr Naek L Tobing seksolog terkenal jaman baheula," tulis akun twitter @SJulfree.

"RIP dr Naek L Tobing," twit akun @tomsamaha beserta gambar bunga dan tulisan reast in peace. Dikutip dari wikipedia , Naek L Tobing atau lengkapnya Naek Lumban Tobing lahir di pulau Samosir, Tapanuli, 14 Agustus 1940 lalu. Dia adalah salah seorang tokoh ahli seksologi yang terkenal.

Dia juga pengarang dari buku Masalah dan Solusi (1994), Seks Pranikah, Seks Extramarital, dan Membangun Keharmonisan Suami Istri. Kerap tampil mengisi rubrik seksologi di berbagai majalah dan surat kabar nasional. Selain itu juga sering diundang sebagai pembicara dalam acara rubrik kesehatan yang berkaitan dengan masalah seksologi di berbagai stasiun televisi maupun radio di seluruh Indonesia.

Sementara, Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Halik Malik membenarkan kabar meninggalnya dr Naek L Tobing. Dipastikan dr Naek meninggal karena Covid 19 berdasar hasil tes swab. Berdasarkan keterangan Halik Malik, jenazah dr Naek L Tobing langsung dimakamkan hari ini.

Selain ahli seksologi, semasa hidup, dr Naek L Tobing juga bermain saham. Dikutip dariKontan, dr Naek mengatkan bermain saham merupakan hobinya. Meski sekedar hobi, dr Naek juga tetap mengejar keuntungan.

Karena itu, seksolog kondang itu tak segan mengembangkan pengetahuan seputar investasi saham. Bekal pengetahuan dia yakini menjauhkan kerugian dari berinvestasi saham. Saban pagi, ia memonitor 30 saham yang menurutnya memiliki kinerja fundamental bagus.

“Berbekal pengetahuan, investasi untung, burung pun bisa tetap tegang,” seloroh dr Naek dalam wawancara dengan Kontan di tahun 2011. Naek mulai bermain saham saat krisis keuangan global tahun 2008 lalu. Saat itu, ia mengoleksi saham saham komoditas.

Namun, krisis utang sejumlah negara Eropa membuat saham saham komoditas berguguran. Tak mau merugi lebih besar lagi, ia pun segera menukar saham saham koleksinya. Agustus 2011 lalu, lelaki kelahiran Tapanuli ini mengganti saham komoditasnya dengan saham perusahaan yang berorientasi di pasar domestik.

“Saya tukar semuanya, kecuali satu saham yang masih saya pegang,” ujar Naek. “Bulan lalu masih untung, tapi bulan ini rugi sedikit,” ungkap kakek 11 cucu ini tanpa menyebut nilai kerugiannya. Oh, iya, total dana yang dia investasikan di bursa saham tak sedikit, lo, mencapai miliaran rupiah.

Modal untuk investasi saham ini berasal dari penghasilan sampingan, baik honor menulis artikel atau menjadi pembicara seminar. Hasilnya lumayan. “Kemarin saya baru saja mendapat dividen Rp 97 juta,” tutur dia.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*