Anggota Geng Motor yang Bacok Lawan Tawurannya Hingga Tewas di Sunter Masih Kelas 3 SMP

Terjadi aksi tawuran antardua kelompok di kawasan Sunter, Jakarta Utara hingga menewaskanseseorang. Diketahui tersangkanya yakni FAP. Dia adalah anggota yang terlibat dan lawannya hingga tewas di .

Saat ditanya, FAP mengaku masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Ia juga mengaku baru berumur 16 tahun. FAP mengaku terlibat dalam lantaran dipaksa oleh teman temannya anggota VDM (Vademangan).

Mereka lantas menyerang Kangkungan setelah sempat janjian lewat WhatsApp. "Karena emosi tinggi sama anak Kangkungan," katanya. FAP ditangkap usai menjadi pelaku utama pembacokan yang menewaskan korban Herly Suprapto (27).

Saat tawuran maut terjadi Minggu (24/11/2019), FAP dibonceng teman se gengnya berinisial FF. FF sendiri mengaku baru berusia 14 tahun. "Saya masih kelas 2 SMP, masih 14 tahun. Saya cuman nyetir motor doang," kata FF.

Polisi menangkap FAP dan FF beserta enam orang anggota lainnya 15 jam pascakejadian. FAP dan FF dijadikan tersangka, sementara enam lainnya masih diproses. Polisi menjerat tersangka dengan pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP juncto pasal 55, 56 juncto pasal 358 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan matinya orang.

Dua yang terlibat maut di Jalan Kangkungan menganggap sebagai sarana hiburan. Mereka tergabung dalam satu grup WhatsApp dan membuat janjian untuk pada Minggu (24/11/2019) dini hari. Para anggotanya saling kenal lantaran sering berkumpul di satu bengkel yang sama di daerah Kemayoran.

Karena saling kenal dan sering kumpul bareng, mereka akhirnya membuat grup bernama 'Team_setting_judulnya' Di grup itulah terdapat pesan ajakan yang dianggap anggota ini sebagai sarana hiburan. "Saya bacakan, 'makasih hiburannya ya, persahabatannya, jangan ada dendam di antara kita'," kata Budhi membacakan isi pesan di grup tersebut.

Selain pesan yang berisi anggapan sebagai hiburan, terdapat pula pesan berisi kondisi korban Herly Suprapto (27) pascatawuran Minggu lalu. Korban merupakan anggota Kangkungan. "Padahal sudah ada meninggal, kemudian ada yang mengatakan: 'gila temen gua koma ya, temen gua koma satu ya, gapapa next time kita lanjut'," lanjut Budhi membacakan isi pesan tersebut.

Tawuran terjadi Minggu dini hari dan melibatkan sedikitnya 20 anggota dari kedua tersebut. Setelah ada korban, maut ini dilaporkan ke polisi. Dalam hitungan 15 jam, polisi menangkap delapan orang yang terlibat. Mereka masing masing berinisial FAP (16), FF (14), AP, N, RHK, BS, G, dan Y.

Adapun pelaku utama pembacokan ini ialah FAP, yang membacok korban, dan FF yang berperan membonceng FAP. Keduanya merupakan warga Pademangan, . Menurut Budhi, dari delapan orang yang ditangkap, enam orang di antaranya masih berstatus saksi. "Nanti mendekati 24 jam akan kita tentukan apakah statusnya naik sebagai tersangka atau memang saksi yang kebetulan ada di lokasi tersebut," ucap Budhi.

Sementara itu, FAP dan FF sudah ditetapkan sebagai tersangka dan diancam pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP juncto pasal 55, 56 juncto pasal 358 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkanhilangnya nyawaseseorang. "Tersangka terancam hukuman 12 tahun penjara," ucap Budhi.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*