Awalnya Pamit Bayar Tagihan, Presenter TVRI Abu Saila Tak Kunjung Pulang, Istri Sempat Lapor Polisi

Sebelum ditemukan tewas, presenter TVRI Abu Saila awalnya pamit ke istri untuk bayar tagihan namun tak kunjung pulang. Istri sempat melapor polisi. Presenter TVRI Abu Saila alias Aditya ditemukan tewas mengenaskan di selokan yang ada di Korumba, Kecamatan Mandonda, Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (21/7/2019). Presenter TVRI Abu Saila ditemukan berlumuran darah dengan beberapa luka tusukan.

Sebelum Abu Saila ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, istri korban, Yuliati sempat melapor ke Polsek Baruga, pada Sabtu (20/7/2019). Ia melaporkan suaminya yang tidak kunjung pulang ke rumah sejak semalam. Namun, hingga pukul 01.00 Wita, pada Minggu (21/7/2019) dini hari, korban belum juga pulang ke rumah.

Sang istri pun panik mencari korban. Ia berusaha menghubungi sang suami, namun ponsel korban tidak aktif. Istri Abu Saila didampingi ketua ketua RT BTN Beringin Lepo lepo, Kendari, lantas melaporkan hal itu ke Polsek Baruga.

Diberitakan sebelumnya, warga kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonda, Kendari, Sulawesi Tenggara digegerkan dengan penemuan jenazah yang ada di selokan,Pada Minggu (21/7/2019). Identitas jenazah tersebut terungkap yakni seorang Presenter Lembaga Penyiaran Televisi Republik Indonesia (TVRI) bernama Abu Saila alias Aditya. Selain sebagai seorang presenter, Abu Saila juga bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di Dinas Pariwisata Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Jenazah Abu Saila ditemukan pertama kali oleh warga yang biasa membuang sampah di selokan. Jasad Abu Saila ditemukan mengenaskan dengan banyak luka tusuk di perut, dahi, dan lengan. Setelah dilakukanautopsi dan penyidikan, polisi berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan, yakni AS (29), teman dekat korban.

AS disergap di sebuah kamar indekos di Jalan Abunawas, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sultra, Minggu siang sekitar pukul 14.45 Wita. Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi mengungkapkan, pelaku mendatangi indekos itu untuk meminta uang kepada kekasihnya. Terduga pelaku sebenarnya tinggal di BTN Medibrata Baruga.

Informasi yang dihimpun pelaku dan korban punya hubungan dekat. Keduanya berteman sejak satu tahun lalu. Namun penyidik belum mengungkap apakah keduanya menjalin hubungan asmara atau tidak.

Saat menangkap terduga pelaku, polisi turut menyita barang bukti berupa pakaian pelaku yang digunakan saat melakukan pembunuhan. Ada juga ponsel yang digunakan saat berkomunikasi dengan korban. Dikatakan Kapolres Kendari AKBP Jemi, berdasarkan pengakuan pelaku, motif pembunuhan itu karena dipicu oleh rasa sakit hati pelaku terhadap korban.

"Pelaku merasa sakit hati, karena korban pernah melecehkan pelaku secara fisik. Soal dilecehkan bagaimana, kami masih selidiki lagi pelaku," kata Jemi kepada sejumlah awak media di Mapolres Kendari usai pelaku ditangkap, dikutip dari Kompas.com. Saat ini pelaku tengah diperiksa secara intensif di Mapolres Kendari. Pelaku disangkakan melanggar pasal 338 dan 340 KUHP tentang perencanaan pembunuhan dengan ancaman 20 tahun pidana penjara.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*