Bayi Ular Kobra Menyebar Mengikuti Instingnya Butuh Waktu 4 Bulan buat Menetas

Memasuki musim hujan, tanah dan udara pun mulai mengalami peningkatan kelembaban, hal ini diduga memicu kemunculan ular kobra pada sejumlah wilayah di Jakarta, Jawa Barat hingga Jawa Tengah. Seperti kemunculan sejumlah anakan (bayi) kobra yang baru saja terjadi di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (17/12/2019). Tempat ini biasanya digunakan induk kobra sebagai area bertelur.

Umumnya, reptil satu ini memilih wilayah persawahan untuk mengeluarkan telurnya sebelum kemudian menetas secara alamiah. Ia kemudian menjelaskan bahwa musim hujan biasanya dimanfaatkan kobra untuk meletakkan telurnya. Dalam satu kali bertelur, induk kobra mengeluarkan sekitar 10 telur, setelah itu kobra dewasa ini akan meninggalkan telur telurnya tersebut.

"Nah musim ini memang musim kobra itu untuk menetas anakannya, dan si induknya itu meninggalkan telurnya setelah dia bertelur," jelas Amir. Sedangkan untuk periode menetasnya, telur telur ini membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 bulan untuk bisa menetas menjadi anak atau baby kobra. Menurut Amir, si induk kobra pun mungkin saja telah berada di area tersebut pada periode itu.

"Dan periode menetas telurnya itu adalah 3 sampai 4 bulanan, sehingga induknya pun mungkin sudah 3 atau 4 bulan posisi ada di situ," kata Amir. Kemudian ia menambahkan, fase selanjutnya yang akan dilewati baby kobra ini setelah menetas, tentunya akan menyebar mengikuti instingnya sebagai satwa liar. Hal ini yang mungkin akhirnya membuat gempar warga pemukiman yang menemukan keberadaan baby kobra ini.

"Nah ketika anakan menetas, yang namanya baby akan menyebar ke mana mana sesuai dengan instingnya, dia akan menyebar ke mana mana, ini yang terjadi di situ," ujar Amir.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*