Begini Caranya Penularan HIV/AIDS Dari Ibu menuju Anak Sangat Bisa Dicegah

Anak anak juga memiliki potensi risiko terjangkit infeksi human immunodeficiency virus atau HIV penyebab AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Risiko anak terjangkit HIV ini bisa terjadi dari ibu yang positif terjangkit HIV sehingga melakukan penularan vertikal dari ibu ke janin di dalam kandungan. Sekretaris Satgas HIV Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Endah Citraresmi, Sp.A(K) menekankan potensi penularan ibu ke janin ini sangat teramat mungkin dicegah.

"Sangat mungkin kita melakukan oencegahan supaya anak anak ini tidak terinfeksi," ungkap saat live bersama IDAI, Selasa (16/6/2020). Cara pencegahannya adalah dengan kepatuhan ibu meminum obat anti retroviral (ARV) yakni obat khusus untuk orang dengan dengan HIV/AIDS. Asal ibu yang positif rajin minum obat maka obat yang dikonsumsi akan menurunkan kadar virus dalam tubuh bahkan bisa sampai tidak terdeteksi.

"Pemberian ARV pada ibu hamil sangat bisa menurunkan kadar virus pada ibu jadi sangat rendah bahkan bisa tidak terdeteksi sehingga penularan pada anak jadi sangat minimal," kata dr. Endah. Dr. Endah menyebutkan minimal dalam tiga bulan ARV dikonsumsi rutin maka kadar virus HIV dalam tubuh ibu bisa sangat menurun. Oleh sebab itu sangat disarankan sebelum program hamil melakukan pemeriksaan HIV terlebih dulu sehingga kalau positif HIV bisa dilakukan pencegahan secepatnya.

"Patokannya minimal tiga bulan sudah mengonsumsi ARV jadi sedini mungkin, maka penularan pada anak sangat rendah. Itulah mengapa target kita adalah semua ibu hamil harus sudah bisa diketahui HIV nya," ucap dr. Endah.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*