Berburu Opak Ketan Cimanggung, Camilan Tradisional Bangsawan Sumedang

Bagi kamu yang singgah ke Sumedang dan melewati Jalan Raya Cicalengka Nagreg wajib mampir sebentar. Di sana ada banyak toko toko berjejer di pinggir jalan yang menjajakan berbagai camilan tradisional salah satunya adalah Opak Ketan Cimanggung. Opak Ketan Cimanggung merupakan salah satu makanan khas Sumedang yang dikenal sebagai camilan para Bangsawan Sumedang kala itu.

Menurut cerita yang beredar, makanan dengan cita rasa gurih ini dulunya menjadi camilan favorit raja ataupun para pangeran di Sumedang pada masa Kerajaan Sumedang Larang. Opak yang biasa disajikan di istana tersebut dipesan dari daerah Cimanggung. Opak Ketan Cimanggung ini terbuat dari beras ketan yang ditanak, kemudian ditumbuk hingga halus lalu diberi santan kelapa.

Perbandingan antara beras dan air santan adalah satu banding satu yang artinya untuk satu liter beras ketan membutuhkan satu buah kelapa. Opak Ketan Cimanggung berbeda dengan opak di daerah daerah lainnya. Perbedaan ini terletak pada kualitas bahan yang digunakan, dimana Opak Cimanggung menggunakan beras ketan pilihan terbaik yang tidak bercampur dengan beras biasa.

Bahkan tumbukan beras untuk membuat Opak Cimanggung ini sangat halus. Sementara opak dari daerah lain memiliki tumbukan beras yang masih kasar dan tidak menggunakan santan, melainkan hanya berupa kelapa parut. Meski berasal dari Cimanggung yang merupakan daerah dari Kabupaten Sumedang, kamu bisa menemukan opak Cimanggung di toko toko pinggir Jalan Raya Cicalengka Nagreg.

Kamu bahkan juga bisa menemukan makanan ini di Kawasan Terminal Leuwi Panjang dan Pasar Kosambi Bandung. Untuk membuat Opak Cimanggung ini harus melalui beberapa tahapan. Pertama, beras ketan dipilih agar tidak bercampur dengan beras lainnya.

Kemudian, beras ketan dicuci dan dibuat nasi lalu ditumbuk. Setelah halus, masukkan air santan yang telah mengental. Lalu haluskan kembali hingga rata dan baru dicetak kemudian dijemur.

Untuk proses penjemurannya ini sebaiknya dilakukan jangan sampai terlalu kering. Kerena jika terlalu kering akan membuat Opak menjadi jelek ketika dibakar, bahkan bentuknya akan menjadi kurang rata dan retak retak. Agar hasil opak bagus, opak yang masih agak basah dibakar dengan api yang tidak terlalu panas, namun juga tidak terlalu dingin.

Kalau panasnya kurangm maka opak kurang mengembang dan warnanya tidak menguning. Untuk satu bungkus opak kamu bisa membelinya dengan harga mulai dari Rp 30 ribu per kemasan.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*