Cerita Annisa Pohan Soal Ani Yudhoyono yang Sempat Pilihkan Kain Batik untuk Berlebaran

Annisa Pohan mengungkapkan, rencana Ibu Negara ke 6, Ani Yudhoyono kala Lebaran tahun ini. Hal tersebut dikatakan istri Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu jauh sebelum sang mertua meninggal dunia. Lewat postingan yang di akun Instagram nya, Annisa Pohan membeberkan tradisi keluarga Yudhoyono saat Lebaran.

Ternyata, keluarga Yudhoyono selalu tampil spesial dan kompak dengan busana asli Indonesia. Tak lain karena jasa Ani Yudhoyono yang selalu memilihkan kain tradisional yang akan dipakai. Bahkan, memilihkan dan memesankan kain sudah jadi tradisi Ani Yudhoyono yang akan dipakai saat momen tertentu.

Sebut saja saat peringataan hari ulang tahun Kemerdekaan 17 Agustus, Lebaran, serta special event keluarga Yudhoyono. Ani, kata Annisa, tak pernah absen memasankan secara khusus kain batik serta kebaya untuk anggota keluarga perempuan. "Sudah menjadi tradisi keluarga Yudhoyono, di setiap hari hari khusus seperti peringataan hari ulang tahun Kemerdekaan 17 Agustus, Lebaran, serta special event event keluarga kami, Memo selalu pilihkan kain Tradisional yang akan kami pakai dan khusus utk perempuan dipilihkan kain kebayanya."

"Tidak pernah absen Memo pesankan khusus sehingga di acara yang khusus kami sekeluarga juga tampil special dan kompak dengan busana asli Indonesia," tulis Annisa Pohan. Bahkan untuk Lebaran tahun ini, lanjut ibu satu anak tersebut, Ani Yudhoyono telah memesankan kain batik jauh jauh hari sebelum Ani jatuh sakit. Saat mengunggah postingan ini pada 28 April 2019, Annisa bilang, kain batiknya baru saja jadi.

Rencananya, kain batik itu akan mereka kenakan untuk berlebaran di Singapura. "Bahkan untuk lebaran tahun ini Memo sudah pesankan jauh hari sblm beliau sakit dan kain batiknya baru saja jadi dan akan segeta kami jahit untuk nanti berlebaran di Singapore," tulis Annisa Pohan. Menyertai postingannya, Annisa Pohan juga mengunggah foto lamanya bersama Ani Yudhoyono.

Mertua dan menantu tersebut kompak mengenakan kain batik berwarna merah yang jadi warna kebiasaan keluarga Yudhoyono untuk upacara kenaikan bendera pada Hari Kemerdekaan RI. "Di foto ini saya belum memiliki anak @almirayudhoyono." "Saya dan Memo memakai kain batik senada warna Merah, warna yang menjadi kebiasaan kami utk upacara kenaikan bendera hari kemerdekaan RI."

"Ada yang bisa tebak ini di tahun berapa? (Saya sendiri lupa hehe…jawabannya Memo yang tau)," tulis Annisa Pohan. Sayangnya, rencana Ani Yudhoyono yang ingin berlebaran mengenakan kain batik pilihannya urung terlaksana. Sebab, istri Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu telah dipanggil Yang Maha Kuasa, Sabtu (1/6/2019).

Diketahui Ani Yudhoyono wafat di National University Hospital Singapura, pada Sabtu (1/6/2019) pukul 11.50 waktu setempat. Ani Yudhoyono meninggal setelah menjalani perawatan intensif di Ruang ICU sejak Rabu (29/5/2019) lalu. Putri dari mantan Pangdam Cenderawasih, Sarwo Edhie Wibowo itu divonis mengidap kanker darah empat bulan lalu.

Sejak saat itu, Ani Yudhoyono menjalani perawatan di Singapura. Kondisinya sempat membaik dan diperkenankan keluar rumah sakit selama tiga hari. Namun setelah itu, kondisi Ani memburuk hingga harus dirawat di ruang ICU hingga dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, ada cerita di balik kain batik berwarna cokelat yang jadi penutup jenazah istri SBY itu saat masih terbaring di ruangan National University Hospital (NUH), Singapura. Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan, sejatinya kain itu disiapkan oleh Ani untuk membuat seragam pada hari raya Idul Fitri nanti. "Awalnya dari kebiasaan keluarga dengan baju yang sama coraknya alias seragam setiap merayakan Idul Fitri."

"Keluarga kemudian menyiapkan beberapa pilihan kain untuk dipilih oleh Ibu Ani," ujar Ferdinand ketika dihubungi, Senin (3/6/2019). Ferdinand mengatakan, banyak kain yang disiapkan. Satu di antaranya ada kain berwarna biru yang biasanya menjadi favorit Ani Yudhoyono.

Namun, Ani Yudhoyono akhirnya memilih kain batik cokelat tersebut untuk dijahit menjadi baju Lebaran. Ferdinand merasa sedih karena pada akhirnya kain tersebut tidak jadi dibuat baju. "Ternyata takdir bicara lain, kain itu tidak jadi dipakai sebagai baju lebaran, tetapi menjadi kain yang menutupi tubuh Ibunda Ani saat menghembuskan nafas terakhirnya," kata dia, dikutip dari Kompas.com.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*