Fakta Terbaru Tertangkapnya Andi Arief, Kasusnya Tidak Dilanjutkan hingga Ancam Tuntut Mahfud MD

Kasus narkoba yang menjerat Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief memasukki babak baru. Seperti yang diketahui, Andi Arief ditangkap pihak kepolisian di sebuah hotel di daerah Slipi, Jakarta Barat pada Minggu (3/3/2019). Saat ditangkap, Andi Arief diketahui bersama wanita yang berinisial L, di dalam kamar yang dihuninya.

Andi Arief juga sempat membuang barang bukti kedalam kloset kamar hotel. Sehingga, pihak kepolisian harus meminta pihak hotel untuk membongkar kloset dan mengambil barang bukti yang dibuang Andi Arief. Berdasarkan pemeriksaan forensik, Andi Arief terbukti positif menggunakan methamphetamine.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Mohammad Iqbal mengungkapkan, kasus yang menimpa Andi Arief tidak ditingkatken ke tingkat penyidik. Hal tersebut dikarenakan, kata Iqbal, Andi Arief merupakan korban sehingga hanya masuk kedalam kategori pengguna. Dikutip dari Kompas.com , Iqbal menjelaskan dalam surat edaran nomor 01/II/2018/Bareskrim tentang Petunjuk Rehabilitasi Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika poin 2 huruf B, maka tersangka tidak dilanjutkan ke proses penyidikan, namun dilakukan interograsi untuk mengetahui sumber diperolehnya narkotika.

"Terhadap tersangka pengguna narkotika yang tertangkap tangan menggunakan urin positif sedangkan tidak ada barang bukti di tersangka maka tidak dilakukan penyidikan namun dilakukan interogasi," ujar Iqbal di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (6/3/2019). Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto mengatakan, penyidik kini tengah melakukan pengembangan terhadap pengedar narkoba jenis sabu kepada Andi Arief. Hal tersebut dikarenakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pengedar.

"Untuk pengedar kami masih dalam tahap pengejaran jadi mohon maaf saya tidak akan buka sini," ujar Eko di BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (6/3/2019). Lebih jauh, Eko mengungkapkan penyidik bakal menyambangi rumah Andi Arief dalam rangka pengembangan penyidikan. "Kita kejar terus. Dalam beberapa jam tim sedang ke rumahnya," tutur Eko.

Andi Arief merasa geram terhadap pernyataan Mahfud MD di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (5/3/2019) malam. Andi Arief pun mengancam akan menuntut Mahfud MD kedalam jalur hukum. Bahkan, Andi Arief juga akan meminta lembaga yang memberikan Mahfud MD gelar profesor, untuk mencabut gelar yang sudah diberikan.

"Pak Prof @mohmahfudmd, anda jangan berspekulasi dan sok tahu soal kejadian yg sedang saya alami.Saya bisa tuntut anda dalam jalur hukum dan meminta lembaga yang memberi anda gelar profesor mencabut gelar itu karena sok tahu dan sok bener." tulis Andi Arief dalam Twitternya @AndiArief__ . Menurut Andi Arief, kasus yang menjeratnya serahkan saja kepada pihak yang berwajib. Andi Arief pun mempertanyakan gelar yang diberikan kepada Mahfud MD, karena dirinya telah berspekulasi tentang Andi Arief.

"Serahkan dan percayakan pada Polri yang sedang sedang menangani yang saya alami. Saya ini belum diadili dan belum ada putusan hukum soal saya, bagaimana gelar Profesor bisa menyimpulkan secara sembarangan Pak Prof @mohmahfudmd" kata Andi Arief.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*