Gibran yang Ingin Maju di Pilkada Solo 2020 Puan Maharani Buka Suara Soal Peluang Putra Jokowi

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani buka suara terkait kesempatan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang masih terbuka untuk maju pada Pemilihan Wali Kota Solo 2020. Puan menuturkan bahwa Gibran memiliki peluang yang sama dengan calon calon lain yang ingin maju dalam Pemilihan Kepala Daerah 2020. "Ya iya dong, semuanya dari mana saja, dari siapa saja mekanismenya seperti itu," ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/10/2019), dilansir dari kanal Youtube tvOneNews.

Lebih lanjut, Puan menuturkan bagi siapa pun yang ingin maju mencalonkan diri dalam pilkada harus mengikuti mekanisme berjenjang di lingkup internal PDIP. "Mekanisme di pencalonan atau calon orang orang yang ingin masuk atau maju di dalam Pilkada itu memang kita punya proses berjenjang di internal partai. Dalam artian setelah di DPC kita masih memperbolehkan calon yang kemudian ingin maju dalam pilkada itu mencalonkan di DPD, kemudian mendaftar di DPD." "Kalau yang di DPD sudah tutup, yang bersangkutan bisa mencalonkan melalui DPP partai, jadi jenjang itu masih bisa dilakukan dan mekanisme itu boleh saja dilakukan," papar Puan.

Oleh karenanya, selama belum ada keputusan resmi soal siapa yang diusung PDI P pada pemilihan wali kota Solo, kesempatan Gibran masih terbuka lebar. "Selama belum ada keputusan kita membuka lebar pintu pendaftaran bagi siapa aja yang memang berminat untuk maju Pilkada melalui jenjang kepartaian tersebut," imbuhnya. Putra sulung presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka masuk dalam survei calon Wali Kota Solo periode 2020 2025.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Lab Kebijakan Publik Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo. Popularitas Gibran dengan Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo sangat tinggi dengan presentasi masing masing 90 persen. Disusul nama Kaesang Pangarep yang tingkat persentasenya 56 persen.

Sedangkan Ketua DPRD Solo, Teguh Prakosa sebanyak 49 persen. Satu di antara banyak hal yang membuat Gibran meraih persentase tinggi adalah popularitasnya sebagai anak presiden. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Laboratorium Kebijakan Publik Unisri, Suwardi.

"Jadi kalau kita tanya ke masyarakat 90% kenal sama Mas Gibran, jadi wajar saja itu putra presiden dan sering kali menjadi pemberitaan di tingkat lokal maupun nasional," tuturnya kepada Komaps TV, Sabtu (27/7/2019). Namun dia juga menuturkan bahwa selain popularitas masih ada dua indikator yang menjadi penilaian. "Tetapi kan untuk Pilkada untuk Pemilu tidak hanya aspek popularitas saja yang kita kembangkan gitu."

"Kita mengembangkan tiga indikator mas, jadi tiga indikator itu yang kita sebut dengen political personal, yang pettama popularitas, akestabilitas sama elektabilitas," tuturnya. Suwardi menyimpulkan bahwa porsentase hasil penilaian indikator popularitas yang didapatkan Gibran sudah memenuhi salah satu syarat untuk menjadi cawalkot. "Jadi begini saya sudah banyak sekali melakukan riset tentang Pildaka ya, jadi untuk syarat seseorang itu maju menjadi kepala daerah dan cukup siginfikan nanti suaranya itu dibutuhkan istilahnya itu batas ambang batas minimal popularitasnya itu di angka 80%, jadi kalau mas Gibran itu sudah 90% itu sudah jauh melampaui ambang," ungkapnya.

Sebelumnya Gibran telah buka suara terkait kabar dirinya masuk dalam bursa calon wali kota Surakarta. Sebelumnya dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Solo yang telah memberikannya penilaian positif. Kemudian dia mengungkapkan prinsip hidupnya.

Hal tersebut terlihat dari tayangan Kompas Malam yang diunggah di kanal Youtube Kompas TV, Sabtu (27/7/2019). "Baru kemarin saya baca surveinya,saya sangat mengapresiasi terima kasih sekali untuk warga Solo yang sudah memberi penilaian yang positif untuk saya, terima kasih sekali," ujar Gibran. Lahir dari orang tua yang demokratis membuat Gibran mengambil prinsip hidup mandiri.

Begitupun saat harus mengambil langkah untuk menjadi pengusaha maupun menjadi seorang politikus. Gibran tetap harus memegang erat prinsip hidup mandirinya tersebut. "Gini lo pada intinya di keluarga saya ya, bapak ibu itu sangat demokratis dan dari dulu itu prinsip hidup saya harus mandiri."

"Jadi kalau jadi pengusaha ya harus jadi pengusaha yang mandiri kalaupun nanti jadi politikus ya harus jadi politikus yang mandiri," ungkap ayah dari Jan Ethes tersebut. Dalam kesempatan tersebut Gibran juga menegaskan bahwa sang ayah, Joko Widodo tak pernah memaksanya untuk terjun ke dunia politik. "Pokoknya bapak nggak pernah memaksa apapun nggak pernah mengarahkan harus kesini harus kesana nggak," tuturnya.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*