Harta Kekayaan First Travel Harusnya Diberikan buat Korban Kuasa Hukum

Kuasa hukum pemilik First Travel Pahrur Dalimunthe, mendukung rencana pengembalian aset korban penipuan First Travel. Menurut dia, upaya pengembalian aset kepada korban itu sesuai ketentuan Pasal 67 Undang Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian uang juncto Pasal 46 Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana. Jika mengacu pada ketentuan itu, kata dia, harta kekayaan yang diketahui atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana dikembalikan kepada yang berhak.

"Dalam hal ini tentunya para jamaah," ujarnya. Untuk itu, dia mendukung, sikap Kejaksaan Agung yang akan menunda proses eksekusi aset First Travel. Dalam waktu dekat, dia menambahkan, akan mengirimkan surat permohonan penundaan eksekusi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Depok.

"Terkait hal ini secara formal, penasihat hukum akan mengirimkan surat permohonan penundaan eksekusi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Depok," tambahnya.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*