Ima Mahdiah Jelaskan Beda Cara Ahok dengan Anies Lakukan Penggusuran

Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP membeberkan perbandingan di era Gubernur dan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias . Menurutnya, yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Pusat terkesan mendadak. Pasalnya, sosialisasi yang dilalukan oleh pihak Pemkot Jakarta Utara sebagai kepanjangan tangan dari Pemprov DKI sendiri baru dilakukan dua bulan sebelum .

"Seharusnya lebih dari dua bulan, mungkin empat bulanan. Karena ini harus berjenjang, dari Wali Kota, Camat, lalu Luraj, dan dari wilayah masing masimg juga memginfokan, menyosialisasikan," ucapnya, Jumat (22/11/2019). Ia pun mencontohkan, saat menjabat sebagai gubernur, Pemprov DKI selalu melakukan sosialisasi sebanyak empat kali sebelum melakukan . Bahkan, sebelum menggusur warga, Pemprov telah menyiapkan tempat khusus bagi warga untuk direlokasi.

"Dulu bapak (Ahok) itu sampai empat kali sosialisasi. Setelah itu rusunnya disediain, diisiin, baru mereka dipindahkan," ujarnya. Hal inilah yang disebut Ima tidak terlihat di masa kepempinan Gubernur DKI Jakarta . "Kalau di zaman pak itu kita sediakan rusun dulu. Cuma sekarang ini nyatanya mereka digusur tidak tahu mau kemana," tuturnya.

Terkait dengan janji kampanye yang tidak akan menggusur warganya, staf mantan Gubernur DKI Jakarta pun menyebut itu hanya siasat mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu untuk menarik simpati masyarakat. "Menurut saya ini salah satu janji kampanye beliau (Anies Baswedan) yang tidak bisa ditepati. Pastikan arahnya (saat itu) hanya ingin menang Pilkada," kata Ima Seperti diketahui, warga pemilik bangunan liar yang dibongkar di Jalan Sunter Agung Perkasa 8, Tanjung Priok, Jakarta Pusat menagih janji Anies yang tak akan melakukan di era kepemimpinannya.

Nyatanya, warga merasa dibohongi lantaran pada Kamis (14/11/2019) lalu, puluhan bangunan liar yang mereka miliki di jalan tersebut dibongkar petugas dari Pemkot Jakarta Utara. Seorang warga, Ardi (22) mengatakan bahwa pada saat Anies maju sebagai calon gubernur 2017 lalu, warga yang tinggal di Jalan Sunter Agung Perkasa 8 sepenuhnya memberikan dukungan. Warga tergiur dengan janji Anies yang tak akan melakukan .

Warga lainnya, May (40) mengaku dukungan penuh terhadap Anies diberikan saat Pilkada 2017 lalu. Bahkan, dikatakan May, warga setempat rutin menggelar pengajian yang bertujuan mendoakan Anies agar jadi gubernur. "Tiap malam jumat ada yasinan, Pak Anies dihajatin lah, nggak tahunya malah ditindas rakyat kecil," keluh May.

Kenyataan bahwa lapak barang bekas tempat usaha dan tempat tinggalnya telah dibongkar membuat May makin sakit hati. Ia menganggap telah dibohongi dan tak diperlakukan secara manusiawi. "Saya doain Pak Anies biar jadi gubernur, nggak tahunya dibohongin kayak binatang," ucapnya.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*