Ini Deretan Tempat Terbaik buat Melihat Sunrise di Kota Gudeg Liburan menuju Jogja

Awal tahun 2020 ada beberapa tempat wisata di Jogja yang bisa dikunjungi untuk melihat sunrise. Ada beberapa tempat di Jogja untuk melihat sunrise. Agar di tahun ini semakin semangat, tidak ada salahnya untuk merencanakan liburan ke tempat tempat bernuansa alam yang membuat kamu bisa menikmati matahari pagi.

Sebab, sinar matahari di pagi hari bisa membantu kamu mendapatkan ide yang lebih segar dan tubuh yang sehat. Dimana saja spot wisata di Yogyakarta yang bisa menyongsong matahari pagi? Berikut listnya:

Kawasan ini menyajikan keindahan panorama alam perbukitan dan keindahan matahari terbit. Lokasi ini bisa menjadi pilihan untuk kamu yang ingin suka berburu matahari terbit. Tempat ini cukup hits dan tak jauh dari kompleks Candi Borobudur.

Untuk mendapatkan sunrise pengunjung perlu mendaki undak undakan untuk sampai ke gerdu pandang di pucuk bukit. Panorama sunrise akan membayar rasa lelah karena menampilkan siluet Candi Borobudur. Di sini, kamu bisa mencoba perjalanan di sekitar lereng Gunung Merapi dengan menggunakan mobil Jeep yang telah tersedia. Mendengarnya saja sudah seru bukan?

Pasalnya, rute dari wisata ini tak melulu melewati jalan mulus. Justru, sebagian besar jalan yang dilewati Jeep adalah jalan berbatu penuh rintangan. Kondisi ini membuat siapapun yang menumpang mobil itu akan merasa ikut melompat seiring melajunya Jeep. Tak heran, setiap hari libur atau akhir pekan, wisata ini banyak digandrungi pelancong, baik dari sebuah perusahaan maupun keluarga. Mereka ingin merasakan sensasi deg degan saat menaiki Jeep dan melaju diatas jalan penuh batu. Terkait cuaca, wisata ini memang sangat tergantung oleh cuaca. Bagi kamu yang ingin mencoba Jeep di saat musim hujan, sebaiknya kamu perhatikan lagi terlebih dahulu sebelum turun menjelajah.

Jika pada malam sebelumnya terlihat mendung, sebaiknya kamu batalkan saja wisata itu karena tentu esok harinya akan turun hujan. Namun, jika di hari sebelumnya telah hujan deras, maka di pagi hari setelahnya, cuaca akan relatif lebih baik dan bisa digunakan untuk berwisata. Tentu, kamu tidak mau jika wisata kamu terganggu akibat cuaca bukan? Sementara, kamu juga perlu membawa masker sebagai alat untuk menangkis debu yang berterbangan ketika Jeep melintas.

Rute yang ditempuh bermula dari Parkiran Tlogo Putri, Kalikuning, hingga bunker Kaliadem dan kembali lagi ke Kaliurang. Namun, jika kamu mengambil rute lebih panjang, bukan tidak mungkin kamu akan menyusuri petilasan Mbah Maridjan yang cukup tersohor itu. Berapa harga menyewa Jeep di Merapi? Ini tergantung dari seberapa jauh kamu ingin menyusuri.

Ada tiga paket yang bisa kamu pilih, mulai dari Short Trip, Medium Trip hingga Long Trip dengan merogoh kocek sebesar Rp 400 Ribu hingga Rp 550 Ribu. Tak hanya itu, kamu juga bisa menikmati trip untuk melihat sunrise seharga Rp 450 Ribu dengan durasi 2,5 jam dimulai pukul 04.30 pagi. Masih berada di kawasan hutan pinus, Pintu Langit Dharomo ini juga menjadi salah satu obyek wisata yang banyak menarik perhatian wisatawan.

Pengunjung dapat mengabadikan momen di Pintu dan Piano yang berlatar belakang langit. Oleh karena itu, objek wisata ini diberi beri nama 'Pintu Langit Dharmo'. Kamu dapat menikmati sore disini, sembari mengabadikan momen bersama sang senja. Untuk jam buka lokasi ini Senin, Kamis dan Jumat pukul 08.00 23.00 WIB. Sedangkan Selasa dan Rabu 08.00 22.00 WIB. Lalu untuk akhir pekan buka dari jam 07.00 24.00 WIB.

Akhir akhir ini Watur Mabur menjadi perbincangan para warganet. Keindahan tebing tempat wisata ini tak kalah menariknya dengan lokasi lainnya yang berada di sekitar Dlingo. Lokasi yang cukup dekat dengan Bukit Penguk ini memiliki spot spot foto untuk para pemburu keindahan feed instagramable. Beberapa spot yang menjadi populer di instagram seperti spot jalan yang berada di atas bukit. Sehingga seolah olah kamu berada disebuah jalan yang tak berujung diatas awan.

Nama Watu Mabur ini bermula dari letak lokasinya yang berada diatas bukit dan terkadang ditemukan kabut yang melintaas dari bawah tebing. Dengan begitu, pengunjung seolah olah berdiri diatas awan dan terbang dari ketinggian. Di sini pengunjung dapat juga menikmati sunrise jika cuacanya bersahabat. Bagi kamu yang gemar berkemah, cobalah untuk membawa tenda saat mengunjungi Watu Mabur dan menikmati sunrise. Untuk berkemah di wilayah ini kamu cukup merogoh kocek sebesar Rp 10000.

Watu Mabur ini terletak di Lemahbang RT28, Lembah Bang, Mangunan, Dlingo, Bantul. kamu dapat mengunjungi lokasi ini dalam 24 jam. Lokasi Jurang Tembelan dekat dengan Gardu Pandang Mangunan. Biasanya wisatawan datang untuk mengabadikan momen saat matahari terbit. Hampir akhir pekan lokasi ini dipenuhi oleh muda mudi yang ingin memburu foto dan menikmati pemandangan dari atas perahu yang menjadi spot swafoto.

Bagi kamu yang menuju ke lokasi itu, jangan lupa membawa kendaraan yang prima agar tak tersendat di tengah jalan. Walaupun tempat terlihat kecil, namun lokasi ini memiliki 4 spot foto. Jika kamu ingin menikmati suasana sore, bolehlahenciba berkunjung ke lokasi ini. Sebab, lokasi ini buka 24 jam. Apabila kamu ingin melihat keindahan sunrise pun bisa, asal kamu berangkat sebelum subuh. Kurang lebih jam 03.00 WIB karena mengingat cuaca yang dingin dan perjalanan yang jauh.

Di sini anda akan diajak berdiri di atas awan. Pemandangan Kebun Buah Mangunan termasuk wisata baru yang sangat eksotik. Bagi kamu yang gemar dengan foto, lokasi ini tentu cocok menjadi pilihan berikutnya. Terletak di Jl. Imogiri Dlingo, Sukorame, Mangunan, Dlingo, Bantul. kamu dapat berkunjung ke lokasi ini pada jam 05.00 18.00 WIB. Disini pengunjung cukup merogoh kocek Rp 5000. Sangat disarankan jika ingin berkunjung ke Mangunan, sebaiknya berangkat dari pukul 03.00WIB agar dapat menyaksikan berdiri di atas awan dan melihat matahari terbit.

Merupakan tempat wisata yang berada di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul. Berjarak sekitar 43 menit dari kota Yogyakarta menuju obyek wisata tersebut. Rute yang tercepat dari kota Yoyakarta melalui Jl. Imogiri Barat Dlingo atau Jl. Mangunan ke Mangunan. Kemudian ambil arah ke Jl. Hutan Pinus Nganjir ke Jl. Dahromo di Karang Asem. Opsi rute ke dua, melalui Bukit Bintang kemudian dilanjutkan ke arah Jl. Patuk Dlingo dan Dlingo Mangunan.

Lokasi Bukit Lintang Sewu tersebut jaraknya tak jauh dari Pintu Pengger, Pintu Langit Dharmo dan Pinus Puncak Becici. Sesuai dengan namanya ‘Lintang’ menawarkan keindahan panorama bintang dan dimanjakan dengan gemerlap lampu kota. Destinasi wisata ini cocok menjadi jujugan di malam hari. Bagi yang suka berkemah, lokasi ini menjadi tempat yang tepat untuk menikmati malam dan matahari terbit. Ketika musim libur, banyak pengunjung yang datang untuk berkemah, bersantai melepas penat sejenak dari hiru pikuk kota.

Pernah mendengar tentang gunung purba? Ternyata, Yogyakarta memiliki gunung purba yang terbentuk kurang lebih 70 juta tahun lalu. Letaknya di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Tak heran, nama gunung itu kemudian menjadi Gunung Api Purba Nglanggeran karena letak wilayahnya. Hingga kini, gunung purba itu bisa menjadi daerah wisata di Yogyakarta yang banyak digemari pelancong.

Pengembangan daerah wisata Gunung Api Purba Nglanggeran itu tak lepas dari tangan Karang Taruna Bukit Putra Mandiri di tahun 1999. Awalnya, tarif masuk gunung hanya Rp 500, namun kini sudah mencapai Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu. Pada 2008, Badan Pengelola Desa Wisata Nglanggeran mengambil alih tempat tersebut untuk menambah berbagai fasilitas. Dengan begitu, destinasi wisata itu bisa semakin banyak pengunjung karena fasilitas yang lengkap.

Disebut gunung api purba karena pada 60 juta tahun lalu, gunung ini aktif di dasar laut. Namun, adanya perubahan situasi daratan, maka gunung ini pun muncul di permukaan. Tinggi gunung itu diperkirakan mencapai 700 meter dengan luas kawasan pegunungan mencapai 48 hektar. Apa saja hal yang menarik di Gunung Purba Nglanggeran? Ada banyak. Pengunjung bisa melakukan panjat tebing, berkemah, piknik, outbond atau hanya sekedar melihat lihat keindahan panorama alam. Tentu, Gunung Api Purba Nglanggeran ini bisa digunakan untuk panjat tebing.

Hal ini dikarenakan tebing tergolong berbatu andesit, terbentuk dari aktivitas gunung api purba. Sehingga, itu membentuk bongkahan bongkahan yang bisa meningkatkan adrenalin pegiat olahraga panjat tebing. Ada beberapa variasi rute pemanjatan di tebing gunung, mulai yang ringan, sedang hingga tinggi. Jika kamu baru pertama kali, disarankan untuk memilih kategori ringan. Kawasan tebing di gunung ini selalu ramai di kunjungi oleh para pemanjat.

Di tahun 2019, Gunung Api Purba Nglanggeran ini dijadikan tempat untuk kegiatan Indonesia Climbing Festival (ICF). Pemilihan gunung itu sebagai tempat kegiatan karena destinasi tersebut memiliki panorama alam eksotik.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*