Ini Kisah di Balik Viralnya Penjual Ayam Goreng Betawi Rasa Spanyol di Jakarta

Semenjak usahaayamgorengJLS Pollo milik David Jimenez (37) diliput seorangfoodvlogger, kiosnya langsung banjir pesanan. Pegunjung membanjiri kiosnya diJTSKemayoran,JakartaPusat, demi mencicipi rasaayamgorenghasil dari resep khas negeri Matador itu. Saking banyaknya, ia bisa melayani pembeli hingga 50 porsi dalam dua jam buka.

Apalagi, pesanan dari ojek dalam jaringan (daring) silih berganti mendatangi kiosnya tanpa jeda saat jam buka. Pasalnya, ia sibuk menggoreng ayam di dalam kiosnya lantaran meladeni banyak pembeli. Sebagian para pembeli pun berdiri di sekitar kiosnya lantaran tak kedapatan bangku.

Alhasil, jadwal wawancara yang tadinya sudah ditentukan kembali diatur ulang. Dulu, lanjut David, pembeli hanya bisa dihitung jari yang datang ke kios bernama JLS (Jakarta Love Story) Pollo miliknya. Bahkan, parafoodvloggerterus bergantian mendatangi tempatnya demi mencicipi ayam Betawi rasaSpanyolitu.

Tanpa kehadiran sosok Murlia (28) dalam hidupnya, David Jimenez (37) barangkali tak bisa membangun usahaayamgorengyang kini tengah viral. Melalui perjalanan panjang asmara lintas Negara itu lah, tercipta JLS (Jakarta Love Story) Pollo yang bertempat di Jakarta Tentram Sejahtera (JTS) Pusat Kuliner Kemayoran,JakartaPusat. Ia ingin sekaligus menularkan rasa ayam khasSpanyolyang unik dan baru ke lidah warga Jakarta.

Di sebuah cafe di kawasan Kayu Putih, Jakarta Timur, David dan Murlia tengah duduk sembari menikmatieskopisusu. Kisah itu bermula pada tahun 2013, saat David berkenalan dengan Murlia melalui aplikasi Daboo sewaktu ia berlibur ke sejumlah tempat di Indonesia. Dari sana, hubungannya tak putus dengan Murlia bahkan berlanjut meski David telah pulang ke Irlandia, tempat di mana ia bekerja.

Pada tahun 2014, David datang ke Jakarta untuk menemui Murlia. Ia pun menjalin asmara selama empat tahun bersama hingga menikah di penghujung tahun 2017. Sebelum menikah, pria asal Barcelona,Spanyolitu sempat mencari pekerjaan di Jakarta.

Namun, tak ada lowongan untuk Warga Negara Asing yang tinggal di sini. Jarak yang terlampau jauh antara Dublin dan Jakarta membuat David harus pindah kerja agar lebih dekat dengan Murlia. Ia pun mencoba untuk bekerja sebagai guru bahasaSpanyoldi Jakarta.

"Sebelumnya, saya kursus dulu selama satu setengah tahun di Dublin untuk mendapatkan sertifikat pengajar," bebernya pada Selasa (31/12/2019). Kendati telah mendapatkan sertifikat, David belum bisa bekerja di Jakarta sebagai pengajar bahasaSpanyol. Ia malah mendapatkan lowongan pekerjaan sebagai pengajar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Selama dua tahun, David bekerja di sana. Ia menabung demi biaya menikah dan membawa Murlia ke sana. Selepas menikah dan tinggal di Kuala Lumpur, David dan Murlia memutuskan kembali ke Jakarta agar lebih dekat dengan keluarganya di sana. David berhenti bekerja sebagai guru bahasaSpanyol.

"Karena ada keluarga Murlia yang sudah tua, jadi kami tinggal lebih dekat dengan mereka," terang David. Ia hendak membuka usaha makanan di Bali. Namun, niatnya urung terlaksana lantaran harga sewa di sana mahal.

"Di Jakarta, saya mencoba beberapa tempat dengan harga murah. DiJTSKemayorantempatnya masih kosong dan murah tapi belum dibuka," bebernya. Di JTS, David langsung memesan dua kios meski tempat itu belum resmi dibuka. Begitu menunggu selama enam bulan, akhirnya ia bisa menempatkan kios itu.

Ia menyayangkan kondisi tempat itu yang terkesan seadanya. Belum dibangun kios kios. Bangunannya hanya atap, tiang dan lantai saja. "Sudah menunggu lama enggak ada penambahan akhirnya saya bikin sendiri kiosnya. Saya sudah menghabiskan banyak uang untuk biaya hidup dan sewa tempat ini," jelasnya.

Ia membuka usaha ayamSpanyolnya pada Juli 2019 silam bernama JLS (Jakarta Love Story) Pollo. Kata JLS diambil dari perjalanan kisah pertemuan mereka berdua hingga menikah.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*