Ini Penjelasannya Niat Puasa Senin Kamis Jika Lupa Dibaca Sebelum Terbit Fajar Apakah Sah Puasanya

Inilah bacaan niat Puasa Senin Kamis lengkap dengan Arab, latin, dan artinya. Dijelaskan juga bagaimana jika lupa membaca niat Puasa Senin Kamis sebelum terbit fajar A pakah tetap sah? simak penjelasannya! Puasa Senin Kamis merupakan puasa sunnah yang sering dilakukan umat muslim pada hari Senin dan hari Kamis. Jika dikerjakan,Puasa Senin Kamis memiliki manfaat yang luar biasa.

Puasa Senin Kamis merupakan salah satu dari 8 puasa sunnah yang banyak dianjurkan para ulama, apabila dikerjakan mendapat pahala, tidak dikerjakan juga tidak berdosa. Sebelum melaksanakanPuasa Senin Kamis, umat muslim dianjurkan untuk membaca niat terlebih dahulu. Bagaimana jika lupa membaca niat Puasa Senin Kamis sebelum terbit fajar?

Apakah puasanya tetap sah? Ibadah niat adalah ruhnya serta dalam berpuasa termasuk pada rukun yang harus dipenuhi. Untuk waktu membacakan atau menghadirkan niat yaitu mulai dari setelah masuknya waktu Magrib hingga Subuh atau di malam hari.

Karena menjadi rukun puasa, sehingga apabila , maka ibadah tersebut termasuk tidak sah dan hasilnya hanya lapar saja. Namun jika benar benar lupa atau tidak disengaja, maka puasa tetap sah. Niat cukup dibaca dalam hati saja.

Dikutip dari Bersamadakwah.net, jika lupa membaca niat sebelum terbit fajar, maka niat boleh dibaca di pagi hari setelah terbit fajar asalkan belum makan apa apa dan tidak melakukan hal apapun yang membatalkan puasa. نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى Tulisan latin : NAWAITU SHOUMA YAUMAL ITSNAINI SUNNATAL LILLAAHI TA’AALA

Artinya: Saya berniat puasa sunnah hari senin karena Allah Ta’ala. نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى Tulisan latin : NAWAITU SHOUMA YAUMAL KHOMIISI SUNNATAL LILLAAHI TA’AALA

Artinya: Saya berniat puasa sunnah hari kamis karena Allah Ta’ala. Tata cara puasa senin kamis adalah sama seperti puasa puasa lainnya. Berpuasa dengan menahan diri dari berbagai pembatal puasa dengan niat beribadah kepada Allah yang dimulai sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Niat dilakukan dalam hati. Niat Puasa harus dilakukan malam hari, sebelum terbit fajar. Berniat ikhlas untuk mengharap wajah Allah dan mengharapkan pahala yang Allah persiapkan bagi orang orang yang berpuasa.

Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa tidak berniat untuk berpuasa semenjak sebelum fajar maka tidak ada puasa baginya (yakni puasanya tidak sah).” [H.R. Abu Dawud dan At Tirmidzi dari Ummul Mukminin Hafshah radhiyallahu ‘anha. Hadits Shahih]. Syarat niat sebelum fajar pada hadits ini khusus untuk puasa wajib.

Adapun puasa sunah boleh berniat setelah fajar asalkan belum makan apa apa dan tidak melakukan hal apapun yang membatalkan puasa. Hukum makan sahur adalah sunnah yang jika dilakukan akan mendapat pahala dan keberkahan. Hal ini berdasarkan hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً “Sahurlah kalian, karena sungguh dalam sahur terdapat berkah.” (Muttafaqun ‘alaih)

Namun jika tidak dilakukan, misalnya karena bangunnya terlambat, puasanya tetap sah. Setelah niat puasa Senin Kamis, alangkah baiknya untuk bisa menahan diri dari pembatal puasa sejak terbit fajar sampai tenggelam matahari. Menahan diri dari makan, minum, berhubungan dengan istri dan hal hal lainnya yang dapat membatalkan puasa.

Perlu juga menahan diri dari yang membatalkan pahala puasa. Antara lain bohong, ghibah, dan segala bentuk kemaksiatan. Allah Ta’ala telah menjelaskan pada kita tentang waktu berbuka yaitu dengan terbenamnya matahari, sebagaimana firman Allah Ta’ala: ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

“Kemudian sempurnakanlah puasa itu hingga (datang) malam.” (Al Baqarah: 187) اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ "Allaahummalakasumtu wabika amantu wa'aa rizkika aftortu birohmatika yaa arhamarra himiin"

"Ya Allah karena Mu aku berpuasa, kepada Mu aku beriman, kepada Mu aku berserah dan dengan rezeki Mu aku berbuka (puasa) dengan rahmat Mu Ya Allah Tuhan Maha Pengasih" Selanjutnya ada juga yang menggunakan doa berikut: ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

"Dzahaba zh Zama’u, Wabtalati l ‘Uruuqu wa Tsabata l Ajru, Insyaa Allah" Artinya: "Telah hilang dahaga, urat urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah (jika Allah menghendaki)."

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*