Ini Respon Emil Salim & Lihat Ekspresi Erick Thohir Rizal Ramli Sebut Kerja Pemerintah Pas-pasan

Seperti biasa, mantan menteri keuangan Rizal Ramli rajin melontarkan kritik terhadap kinerja pemerintah, termasuk saat berbicara di acara Indonesia Lawyers Club / ILC di tvOne pada edisi 'Menatap Indonesia.' Saat Rizal Ramli menyinggung ketertinggalan Indonesia dibanding negara negara lain, kalah cepat berpacu, mantan menteri yang juga dikenal sebagai pengamat ekonomi ini menyinggung soal kualitas kepemimpinan nasional. Kritik terkait ketertinggalan Indonesia itu dalam berpacu adu cepat bangkit dibanding negara lain.

Entah pemerintah yang mana yang Rizal Ramli maksud, tapi dia sebutkan itu terjadi sejak era 1960 an. Yang menarik, reaksi dan tanggapan Prof Emil Salim atas kritik Rizal Ramli mendapat respon macam macam. Ada yang bertepuk tangan, senyum, ada juga yang nyengir.

Lihat saja reaksi 'nyengir' Menteri BUMN Erick Thohir atas jawaban Emil Salim terhadap kritik disampaikan Rizal Ramli itu. Rizal Ramli mengawali kritiknya dengan narasi bahwa pada tahun 1960 an akhir, hampir semua negara di Asia jatuh miskin. Rata rata pendapatan perkapitanya per tahun cuma 100 dolar AS, termasuk Indonesia, Malaysia, Korea, juga Thailand.

"Bahkan China lebih miskin dari kita (Indonesia). Hanya 50 dolar AS per kapita," kata Rizal Ramli, membuat hadirin ILC tvOne senyap mendengar narasinya. Namun dalam kurun waktu 40 tahun kemudian, Indonesia seolah bertumbuh sangat cepat.

Padahal itu secara logika matematika sebenarnya nihil, menurutnya. Rizal Ramli menyebut angka, 40 tahun setelah era terpuruknya ekonomi Indonesia tahun 1960, pendapatan per kapita Indonesia rata rata cuma sekitar 4.000 dolar AS. Sementara Malaysia sekitar 10 ribu dolar AS, Korea 35 dolar AS.

Bahkan dia sebut Korea Selatan masuk kategori negara maju karena pencapaian pendapatan per kapitanya yang spektakuler itu. "What when wrong (Apa yang salah) Pak Emil dari negara kita? Apakah karena quality of leadership (kualitas kepemimpinan) kita yang payah? " kritik Rizal Ramli.

Padahal, kata Rizal Ramli, dia menyebut Korea dan Indonesia saat itu sama sama dipimpin diktator. Bedanya, Korea Selatan di bawah kepemimpinan diktator Park Chung Hee berhasil mengubah negerinya menjadi negara industri yang luar biasa dan disegani dunia. "Sementara kita (Indonesia), sama sama kepemimpinannya kuat, strong leadership, tapi kinerjanya pas pasan," sesalnya.

Padahal Indonesia punya kesempurnaan sumber daya alam. Ada sumber daya tambang, minyak bumi, energi terbarukan, hasil bumi, energi matahari yang melimpah, sumber daya air, kayu, batu bara, dan sederet lainnya. Harusnya, kata Rizal Ramli, Indonesia paling cepat berpacu secara ekonomi.

Nyatanya, tidak. Ia pun bertanya tanya, apakah semua ini terkait dengan kualitas kepemimpinan pemimpin Indonesia? Mendengar penyesalan dan kritik Rizal Ramli atas kualitas kepemimpinan nasional yang dia sinyalir berdampak pada perlambatan kinerja, Emil Salim mengingatkan ada hal cemerlang yang banyak dilupakan soal prestasi Indonesia saat itu.

Emil bertutur, bahwa tahun 1960 an yang disebut Rizal Ramli itu Indonesia inflasinya (tingkat kenaikan harga harga) saat itu tertinggi di dunia. Yakni 650 persen per tahun. Angka inflasi yang luar biasa tinggi. Tapi Indonesia juga yang paling cepat lepas dari belitan masalah inflasi di negara negara Asia.

Dia sebutkan, Indonesia utangnya besar sekali, tapi dalam bentuk utang senjata. Dan Indonesia saat itu dalam kondisi perang, sehingga pemerintah tidak fokus menangani perekonomian dalam kondisi darurat. Karena itu, dia nilai wajar pemerintah saat itu pakai jalan pintas mengatasi inflasi dengan cara sanering.

Sanering atau devaluasi adalah pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang. Hal yang sama tidak dilakukan pada harga harga barang, sehingga daya beli masyarakat menurun. "Ringkasnya, tidak fair bila kondisi war economy saat itu dinilai dengan nilai ekonomi dalam kondisi sekarang dengan rumus rumus ekonomi.

Saat itu ekonomi tidak diatasi secara ekonomi. Militer yang bicara," tutur Emil Salim. Justru, menurut Emil Salim, Indonesia menjadi 'macan Asia' dengan jejak rekam pemulihan ekonomi cepat. Antara lain dengan pencapaian swasembada pangan tahun 1980 an.

Kedua, sukses besar program Keluarga Berencana (KB) sehingga jadi percontohan negara negara lain. Ketiga, sistem pendidikan yang tertata bagus. "Banyak masalah memang, korupsi juga ada.

Tapi garis besarnya, kita lepas dari ketertinggalan, perangkap masalah ekonomi tahun 1960 an itu menjadi swasembada pangan," lanjutnya. "Kita tidak menangisi masa lampau, tapi kita belajar dari masa lampau," imbuhnya. "Kita belajar atasi kesulitan tanpa menuduh (kelemahan pemimpin) siapapun, Kita kerja," tegasnya.

Mendengar sanggahan Emil Salim atas kritik Rizal Ramli, hadirin ILC tvOne bertepuk tangan. Termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertepuk tangan sambil senyum senyum. Sementara Menteri BUMN Erick Thohir tak hanya senyum tapi juga 'nyengir' sembari memejamkan mata.

Gaya 'bersih bersih' BUMN ala Menteri Erick Thohir dengan mengedepankan akhlak ini mendapat pujian dari KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne. Aa Gym sampai mengangkat botol mineral sambil menyebut Erick Thohir sebagai 'Mas Ustad.' Seperti apa kalimat kalimat Erick Thohir yang mendapatkan pujian dari Aa Gym itu? Pernyataan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir, kembali menjadi sorotan warganet.

Hal itu dia lontarkan saat menjadi bintang tamu dalam acara Indonesia Lawyers Klub edisi ILC Menatap Indonesia yang tayang pada hari Selasa, 11 Februari 2020 malam. Bahkan, pernyataan tersebut sampai mendapatkan pujian dari pendakwah kondang, Aa Gym. Pria bernama lengkap Abdullah Gymnastiar itu mengaku sampai tersengat mendengar satu kata kunci yang dilontarkan oleh Erick Thohir.

Semua bermula ketika presenter ILC tvOne, Karni Ilyas menyinggung soal penyakit korupsi di Indonesia. Ia mengutip pernyataan Profesor Ismail Fajrie Alatas yang menyebutkan bahwa pada tahun 80an, korupsi di Indonesia sudah mencapai stadium 3. "Jadi satu langkah lagi stadium 4, nanti kita mati atau diamputasi," jelas Karni Ilyas.

"Sementara begitu Anda masuk ke BUMN, seluruh rakyat terperanjat ternyata besar sekali korupsi di Jiwasraya, Asabri, bahkan Garuda walau kecil tapi secara etika mungkin berat," sambungnya. Karni lalu menanyakan bagaimana langkah Erick Thohir guna mengatasi seluruh masalah korupsi di BUMN itu ke depannya. Menanggapi hal tersebut, Erick Thohir langsung menyinggung soal akhlak orang orang yang ada di BUMN.

"Apapun yang kita lakukan, dengan sistem apapun, kalau memang akhlaknya tidak bagus ya percuma saja," jelasnya. Karena itu, lanjut Erick, profesionalisme dan transparansi menjadi hal penting di BUMN. "Profesional karena asetnya sendiri hampir Rp 8.400 triliun, kalau kita lihat juga profitabilitasnya selama setahun hampir Rp 210 triliun," jelasnya.

Menurutnya, transparansi juga penting karena BUMN merupakan aset negara bukan milik perseorangan. Karena itu, Erick mengaku bahwa pihaknya akan menyiapkan alat pemantauan untuk melihat kinerja BUMN setiap bulannya. Erick tidak ingin kinerja BUMN yang dia pimpin menjadi salah arah.

"Kita juga ingin memastikan project project itu melalui proses bisnis yang baik dengan kepentingan yang jelas, bukan melihat proyek yang menjadi bancakan (korupsi)," jelasnya. Terakhir, Erick Thohir juga setuju jika SDM dan pendidikan BUMN harus terus ditingkatkan. "Karena itu kita coba mempercepat supaya training training dan millenials yang ada di BUMN bisa dikonkretkan," ujarnya.

"Intinya saya sepakat korupsi itu harus kita berantas walaupun tidak mudah. Tapi insya Allah kalau nawaitu nya (niat) benar, kita juga lilahi ta'ala, kita obyektif aja. Karena policy kita ini harus menjadi impact yang baik untuk semua," tutupnya.

PendakwahAa Gymmelontarkan pujian pada Menteri BUMNErick Thohir. Aa Gym mengaku sangat bahagia mendengar penuturan Erick Thohir soal akhlak. "Saya sangat tersengat, sangat berbahagia, dan sangat bersyukur mendengar satu patah kata kunci dari Pak Erick," ujarnya.

"Yaitu masalah akhlak," imbuhnya. Ia pun langsung mengambil botol air minum yang ada di meja di depannya. "Ini botol di sini berapa harganya Pak Karni? Rp 5.000 anggap sendiri lah," kataAa Gym.

"Kalau diganti isinya dengan jus, berapa? Rp 15.000, diganti dengan madu jadi berapa? Rp 100.000, diganti dengan comberan? Enggak ada harganya." Aa Gym pun lantas membandingkan dengan manusia yang menempati jabatan atau popularitas. "Nah, pangkat, jabatan, kedudukan, popularitas, gelar, dan segala aksesoris itu, hanya casing ," katanya.

"Kalau isinya jelek, cukup kejedot tiang listrik, atau apapun lah, itu jadi masalah," ungkapnya. Aa Gym lantas menyoroti presenter Karni Ilyas yang tertawa mendengar ucapannya. "Bang Karni tertawanya nikmat sekali?," ucapnya.

"Nikmat, karena saya setuju," jawab Karni Ilyas sembari tersenyum. Mendengar hal itu,Aa Gymkemudian melanjutkan penjelasannya. Ia mengatakan bahwa orang dengan pangkat atau kedudukan yang tinggi, tapi isinya buruk, maka harapan bangsa untuk maju menjadi tipis.

"Jadi maaf, kalau kita di negeri ini sangat sibuk dengan pangkat, jabatan, kedudukan, popularitas, harta dan sebagainya," ucapAa Gym. "Tapi tidak sibuk memperbaiki isinya, sehebat apapun aturan, sekaya apapun sumber daya alam, tipis harapan bangsa ini untuk maju." "Sepakat?," tanyaAa Gymkepada hadirin disambut tepuk tangan.

Aa Gym pun menyatakan, bahwa sumber daya alam memang harus disyukuri. Tapi menurutnya orang yang mengambil sumber daya alam tidak pintar pintar. "Jadi bangga dengan sumber daya alam, alhamdulillah itu karunia," ucapnya.

"Punya kampus yang banyak, alhamdulillah itu juga karunia." "Tapi justru yang mengambili ini, enggak pintar pintar," sindirAa Gym. Pendakwah itu kemudian membandingkan kasus maling ayam dengan kasus kejahatan orang berdasi.

"Kalau maling ayam, enggak ketangkap ayamnya, dia yang ketangkap," katanya. "Tapi kalau punya ilmu tinggi, punya kekuasaan besar, sekali nyuri, bisa habis habisan negeri ini." Melanjutkan perkataannya,Aa Gymlantas melontarkan ucapan terima kasihErick Thohir.

Ia bahkan memanggapiErick Thohirdengan sebutan ustaz, yang langsung disambut tawa oleh sang menteri. "Terima kasih Ustaz Erick, saya harap, saya dengan Pak Erick ini sudah lama sekali," ucapAa Gym. "Dan alhamdulillah, senang sekali mendengar itu (akhlak) jadi komitmen yang utama."

"Percayalah Pak Erick, sudah menteri, sudah ustaz, sudah mas." "Kalau memang concern sekali memilih para pejabat yang berakhlak baik, insyaallah dia bisa mensinergikan potensi yang ada." "Tapi kalau akhlaknya jelek, potensi apapun yang ada dalam BUMN itu pasti kemakan oleh keburukan akhlaknya," imbuhnya.

Aa Gym kemudian kembali mengingatkan semua pejabat agar tidak sibuk membangun tampilan luar saja. "Semoga ini jadi inspirasi bagi semua, jangan terlalu sibuk membangun casing," tutur dia. "Tapi sibuklah membangun isi, yaitu akhlakhul kharimah, terima kasih Pak Erick," imbuhnya yang diamini oleh Karni Ilyas.

Mendengar ucapan dariAa Gym, pekerja seni Sudjiwo Tedjo yang hadir dalam acara itu langsung menyahut. "Tapi saya agak keberatan sama Pak Erick itu," ucap Sudjiwo Tedjo. Menurutnya, Ercik Thohir lebih baik tidak menjadi menteri.

"Ada yang penting kemarin, Korea Selatan menang di Oscar kan (Film Parasite)." "Sekarang di Indonesia ada film yang bagus, namanya Gundala, yang ditangani Pak Erick dan kawan kawan." "Begitu beliau masuk jadi menteri, keteteran, jadi bagaimana mau meraih kebanggan Indonesia lagi?."

"Saya kira berhenti jadi menteri, ngurus film," sambungnya. "Usul dicatat," sahut Karni Ilyas.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*