Ini Sederet Faktanya 3 WNI Hadiri Tablig Akbar di Malaysia Positif Terinfeksi Corona

Terdapat tiga WNI yang menghadiri acara tablig akbar di Malaysia dinyatakan positif terjangkit virus corona atau covid 19. Kabar itu disampaikan Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizsyah. "Betul (tiga WNI positif yang mengikuti acara tablig akbar positif terjangkit virus corona)," tegas Teuku Faizsyah.

Sebelum adanya kabar tiga WNI tersebut positif corona, Malaysia telah melaporkan pada Minggu (15/3/2020) ada 190 kasus virus corona yang diyakini berkaitan dengan acara tablig akbar di Negeri Jiran itu. Kemudian, pada Jumat (13/3/2020), Malaysia juga telah mengumumkan 12 warga negaranya terinfeksi Covid 19 setelah menghadiri acara tablig akbar. Pemerintah setempat lalu melakukan penelusuran ke sekitar 5.000 warga negaranya yang menghadiri tablig akbar itu.

Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan akan menempatkan para peserta acara dan kontak terdekatnya di karantina selama 14 hari. Berdasarkan laporan Reuters, acara yang digelar di Masjid Sri Petaling Jamek ini dihadiri 16.000 orang dari berbagai negara pada 27 Februari 1 Maret 2020. Dari jumlah itu, 14.500 di antaranya berasal dari Malaysia.

Sementara itu, di Brunei, 38 dari 40 kasus virus corona di negara itu terkait dengan acara bernama Jhor Qudamak Malaysia 2020. Lalu, Singapura mengatakan sedang melacak warga negaranya yang datang ke Jhor Qudamak Malaysia 2020. Dilansir dari Channel News Asia, tablig akbar ini dihadiri oleh 95 warga Singapura, 700 warga negara Indonesia, dan 200 peserta dari Filipina.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri ( Kemenlu) Teuku Faizasyah menuturkan, tiga WNI tersebut tengah menjalani perawatan di rumah sakit di Malaysia sejak 15 Maret 2020. "Tengah di rawat di rumah sakit (di Malaysia)," ujar Faizasyah pada Selasa (17/3/2020). Namun, Faizasyah tidak mengungkapkan lebih lanjut terkait kondisi tiga WNI tersebut.

Ia mengaku belum mendapat informasi terbaru mengenai WNI yang tengah dirawat tersebut. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Malaysia terus melakukan pendataan warga negara Indonesia (WNI) yang hadir dalam tablig akbar di Malaysia. Hal itu dikatakan langsung oleh Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah. "KBRI mengumpulkan data peserta di Kuala Lumpur melaui pengurus tablig Kuala Lumpur dan di Jakarta juga bekerja sama dengan kantor pusat majelis tablig," kata Faizasyah.

Dilansir dari Channel News Asia, ada 700 WNI yang hadir dalam tablig akbar tersebut. Terkait angka WNI yang hadir dalam tablig akbar, sampai saat ini, KBRI, lanjut Faizasyah, masih terus memastikannya. Sedangkan untuk penelusuran kontak langsung atau tracing contact, Kemenlu menyerahkan sepenuhnya pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Berdasar protokol WHO tracking lebih merupakan porsi kemenkes. KBRI menelusuri nama nama peserta tablig tersebut," ungkap Faizasyah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) dan Kementerian Kesehatan mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengikuti Tabligh Akbar di Masjid Sri Petaling, Malaysia pada 28 Februari 1 Maret 2020 untuk melakukan tes virus corona atau Covid 19. "Berdasarkan edaran Nomor: 00938/WN/03/2020/07 Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia, meminta WNI yang ada di Malaysia dan hadir dalam Tabligh Akbar di Masjid Sri Petaling untuk melakukan tes corona," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo. Agus mengatakan, sampai saat ini sudah ada tiga orang jemaah tablig yang terjangkit Covid 19.

Oleh karena itu, ia meminta WNI yang mengikuti tablig akbar yang dihadiri 10.000 jemaah dari beberapa negara di dunia untuk segera memeriksakan diri. "Kementerian Kesehatan Malaysia sudah merilis tiga jemaah positif terinfeksi virus Corona. Kasus pertama jemaah asal Brunei, kasus kedua dan ketiga berasal dari Kuantan dan Tawau, Malaysia," sambung Agus. Agus mengimbau, WNI yang berada di Malaysia yang menghadiri tabligh akbar tersebut dapat menghubungi hotline Crisis Preparedness and Reponse Centre (CPRC) KKM melalui nomor 03 88810200, 03 888 10600, 03 888 10700.

Atau menghubungi KBRI Kuala Lumpur nomer telepon 03 21164016/4017 dapat juga melalui WhatsApp 017 5007047 untuk pendataan dan pemantauan. Sedangkan WNI yang sudah berada di Indonesia dapat menghubungi 119 atau rumah sakit terdekat.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*