Inilah Prediksi Benturan Galaksi Bimasakti Dan Andromeda Kiamat Sebentar Lagi

Gugusan galaksi tempat di mana bumi berada yaitu Galaksi Bimasakti, mempunyai tetangga terdekat yaitu Galaksi Andromeda. Menurut para astronom, diperkirakan kedua galaksi tersebut akan mengalami benturan dalam tempo 4,5 miliar tahun. Riset ini dilakukan oleh seorang astronom, Dr. Douglas Mackey dari Research School of Astronomy and Astrophysics di Australian National University.

Perkiraan ini didasarkan atas penelitian terbaru mengenai "kebiasaan" Galaksi Andromeda yang menelan semua benda benda ruang angkasa di lintasannya, seperti yang dilansir oleh ABC News , (03/10/2019). Penelitian yang mengungkapkan kebiasaan Galaksi Andromeda ini diketahui telah terjadi pada 10 miliar tahun yang lalu. Waktu yang lama ini di masa lampau ini terjadi saat Galaksi Andromeda masih dalam proses pembentukan yang menelan banyak benda ruang angkasa di sekitarnya.

Sekitar 4 miliar tahun yang lalu juga, kejadian demikian telah terjadi lagi namun dengan skala yang lebih kecil. Douglas Mackey mengungkapkan mengenai ukuran Galaksi Bimasakti yang sama dengan Andromeda. "Yang kita ketahui tentang Andromeda yaitu ukurannya kira kira sama dengan Bimasakti, baik dalam hal jarak maupun massa," ungkap Douglas Mackey.

"Bimasakti memiliki sistem spiral, dan Andromeda juga memiliki sistem yang sangat mirip," jelasnya. Hasil penelitian Dr Mackey diterbitkan dalam jurnal Nature pada minggu ini. Penelitian karyanya menemukan bukti bukti bagaimana Andromeda "memakan" benda benda langit.

Ia melakukan penelitian terhadap lingkar cahaya, bintang bintang di Galaksi Andromeda. Bersama dengan para peneliti lainnya, disadari bahwa terdapat dua gugus bintang yang terikat secara gravitasi. Keduanya dikenal sebagai gugus bola yang mengorbit pada jalur masing masing

Para astronom ini mencoba memahami bagaimana Galaksi Andromeda berkembang dari waktu ke waktu. Setelah dilakukan penelitian, mereka tak menyangka bahwa arah orbit dari gugusan tatasurya pada galaksi ini berubah atau berkembang dari waaktu ke waktu. Hasil riset lainnya, yaitu Profesor Geraint Lewis dari University of Sydney, menerangkan bahwa gugusan tatasurya atau galaksi ini berkumpul bersama dari waktu yang berbeda pada miliran tahun silam.

"Kita tahu bahwa galaksi seperti Andromeda dan Bimasakti tertanam pada apa yang disebut jaring kosmik. Benda benda ruang angkasa di sekitarnya jatuh ke galaksi kita dari jaring ini," kata Profesor Geraint Lewis. Mereka (para astronom) begitu antusias dengan temuan mereka yang meyakini bahwa Galaksi Andromeda mirip sekali dengan Galaksi Bimasakti. Menurutnya, saat suatu galaksi menelan galaksi yang lebih kecil, galaksi tersebut akan menjadi lebih besar.

Namun demikian, karena ukuran kedua galaksi tersebut hampir dipastikan sama, maka siapa menelan siapa akan sulit diprediksi. Jalannya pertarungan juga akan sangat sulit diprediksi. "Pada akhirnya, keduanya akan kalah karena mereka keduanya merupakan galaksi spiral yang indah," ujar Profesor Lewis.

"Ketika keduanya saling mendekat, tarikan gravitasi timbal balik akan menghancurkan mereka," tambah Lewis. "Akibatnya, mereka akan menjadi sebuah galaksi tunggal yang baru, ukurannya jauh lebih besar, setelah tabrakan dalam waktu sekitar 4,5 hingga 5 miliar tahun mendatang," jelas Prof Lewis. Terdapat skenario lain yang menjadi akibat dari benturan ini, namun kecil kemungkinannya.

Pertama, Bumi akan hancur. Kedua, Matahari akan keluar dari lintasannya. "Meski tidak mustahil, namun secara umum jarak bintang bintang di suatu galaksi sangat jauh sehingga tabrakan langsung antar bintang jarang terjadi," jelas Dr Mackey.

Menurutnya, terdapat kemungkinan Matahari bisa terlempar keluar dari sistem Andromeda dan Bimasakti ke ruang intergalaksi. Selain itu, setelah benturan dua galaksi ini, Bumi akan dekat dengan lintas bintang lain sehingga mengganggu orbit Bumi dan menjadikannya tidak dapat lagi mendukung kehidupan. "Jadi tidak salah untuk mengatakan ada risiko dari benturan dua galaksi ini," tambah Dr Mackey.

Tak hanya tentang cahaya dan galaksi, temuan astronom ini pada akhirnya dapat membantu menjelaskan distribusi materi gelap, atau dark matter. Sejumlah rekan astronom Profesor Lewis meyakini keberadaan dua orbit Andromeda, baik vertikal dan horisontal, yang tak sesuai dengan pemahaman umum mengenai gravitasi saat ini. Dia sendiri masih belum sepenuhnya yakin dengan hal itu.

"Sejumlah astronom meyakini bahwa kita sangat keliru memahami gravitasi," kata Profesor Lewis "Klaim besar membutuhkan bukti besar dan jika kita mengatakan telah keliru soal gravitasi, maka perlu bukti yang luar biasa," ujarnya.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*