Jasad Manusia Dibekukan buat Pertama Kali Agar Kelak Dapat Dihidupkan Lagi Hari Ini dalam Sejarah

<div ><div id='Informasiawal'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> – Jasad manusia dibekukan secara cryonics untuk pertama kalinya pada 12 Januari 1967. Manusia pertama yang dibekukan adalah James Bedford, seorang profesor psikologi dari Universitas California Berkeley.

Beberapa jam setelah meninggal, tubuh James Bedford dimasukkan ke dalam sebuah tabung vitrifikasi oleh Life Extension Foundation. Diharapkan kelak ada teknologi yang dapat membangkitkan James Bedford kembali.[ ] Namun praktik cryonics ini juga memunculkan berbagai kritik dan kontroversi.[ ]

<div ><div id='SekilasCryonics'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Ide bahwa seorang manusia dapat dibekukan dan bisa dihidupkan kembali ketika teknologi sudah jauh berkembang, berasal dari sebuah buku berjudul “The Prospect of Immortality.” Buku ini ditulis oleh seorang guru fisika bernama Robert Ettinger pada 1964.

Ilmu pembekuan ini dinamakan “cryogenics”, sementara “cryonics” adalah istilah praktik pengawetan tubuh manusia dalam temperatur yang sangat ekstrem ini. Cryonics adalah istilah Yunani untuk “dingin.” Ide di balik praktik ini adalah, jika seseorang “meninggal” karena sebuah penyakit yang belum bisa diatasi, dia dapat “dibekukan” dan dibangkitkan di masa depan ketika sudah ditemukan cara penyembuhannya.

Seseorang yang diawetkan dengan cara ini disebut sedang berada dalam status “cryonics suspension.” Jika seseorang jatuh ke danau es dan tenggelam sampai satu jam dalam air dingin, maka ada kemungkinan dia masih hidup. Air es menyebabkan tubuhnya tubuhnya berada dalam status “suspended animation.”

Metabolisme dan fungsi otaknya akan menjadi pelan sampai ketika dua hal ini hampir tidak membutuhkan oksigen. Namun cryonics sedikit berbeda dengan resusitasi setelah terjatuh dalam danau es. Orang yang yang menjalani cryonics harus dinyatakan “legally dead”, jantungnya harus berhenti berdetak.

Menurut ilmuwan yang melakukan cryonics, “legally dead” tidak sama dengan “totally dead.” Totally death, mereka katakan sebagai ketika semua fungsi otak berhentu, sementara legal death terjadi ketika jantung berhenti berdetak tetapi beberapa fungsi seluler otak masih berfungsi. Cryonics mempertahankan fungsi sel kecil tersebut, sehingga secara teoritis, seseorang bisa dihidupkan di masa depan.

Ketika jantung seseorang berhenti berdetak dan dinyatakan “legally dead,” sebuah tim yang melakukan praktik cryonics akan segera bekerja. Tim itu menstabilkan tubuh orang tersebut, menyediakan oksigen yang cukup ke otak dan darah agar mempertahankan fungsi minimal sampai tubuh tersebut dikirimkan ke suspension facility. Tubuh tersebut akan dikemas dalam es dan disuntikkan dengan heparin (sebuah antikoagulan) untuk mencegah darah menggumpal selama tubuh itu dalam perjalanan.

Setelah sampai di suspension facility, tubuh itu akan mulai dibekukan. Tim cryonics akan menghilangkan air dari sel sel tubuh dan menggantinya dengan sebuah zat kimia bernama cryoprotectant, semacam zat anti pembekuan. Cryoprotectant akan melindungi organ dan jaringan dari pembekuan pada suhu yang sangat rendah.

Proses ini dinamakan vitrifikasi atau pendinginan tanpa pembekuan. Hal ini membuat sel sel berada dalam kondisi “suspended animation.” Setelah itu, tubuh manusia akan didinginkan di tempat tidur dari es kering sampai suhu mencapai 130 derajat Celsius.

Proses selanjutnya adalah memasukkan tubuh itu ke dalam sebuah wadah dan ditempatkan ke dalam tangki logam besar yang diisi nitrogen cair bersuhu sekitar 196 derajat Celsius. Cryonics tidak murah, harganya bisa mencapai $150.000. Pada akhir 1970 an ada sekitar enam perusahaan cyonics di Amerika Serikat.

Namun, usaha untuk mengawetkan dan menjaga tubuh manusia membutuhkan biaya besar sehingga banyak dari perusahaan tersebut yang menutup praktiknya pada dekade setelahnya.[ ] Ditambah lagi, praktik cryonics memunculkan kritik dan kontroversi. Ilmu teknik dan biomedis dianggap belum sampai ke tingkatan di mana pembangkitan kembali manusia bisa dilakukan.

Selain itu, cryonics juga dikritik karena dianggap bertentangan dengan moral. Sebagaian orang menganggap bahwa membangkitkan kembali manusia dari kematian adalah menentang kehendak Tuhan. Selain itu, crynocics disebut akan menjadi keuntungan elite elite tertentu dan meningkatkan jumlah penduduk dunia.[ ]

<div ><div id='ProsesCryonicspadaJamesBedford'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> James Bedford adalah seorang profesor psikologi dari Universitas California Berkeley. Pada 12 Januri 1967, Bedford meninggal karena kanker ginjal.

Sebelumnya, pada Juni 1965, Life Extension Society menawarkan kesempatan untuk membekukan satu orang secara gratis. Bedford tidak menggunakan kesempatan ini tetapi memakai dana pribadinya. Dia memberikan $100.000 untuk penelitian cryonics.

Tubuh Bedford dibekukan beberapa jam setelah kematiannya. Tubuhnya diawetkan oleh Robert Prehoda, Dr. Dante Brunol, dan Robert Nelson. Pada awalnya tubuhnya disimpan di Edward Hope's Cryo Care, tetapi pada 1969 dipindah ke fasilitas Galiso di California.

Tubuhnya kembali dipindah ke Trans Time sampai 1977, sebelum disimpan oleh keluarganya. Pada 1982, tubuh Bedford dipindah ke Alcor Life Extension Foundation hingga saat ini. Hari ketika dia dibekukan, 12 Januari, diperingati sebagai “James Bedford Day” dan diperingati setiap tahun.[ ]

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*