Juga Punya Gen Puerto Rico Gen China Najwa Shihab Ternyata Lebih Dominan Dibanding Gen Arabnya

Presenter acara Mata Najwa , Najwa Shihab, ternyata memiliki gen nenek moyang asal China yang persentasenya lebih tinggi dibanding gen nenek moyang asal Arab. Gen nenek moyang Najwa Shihab sebanyak4,19% sementara gen nenek moyang Arab Najwa Shihab lebih rendah,3.48%. Padahal, Najwa Shihab adalah putri kandung dari cendekiawan Muslim terkenal, Quraish Shihab, yang berasal dari Hadramaut, Yaman.

Bahkan, fisik khas Arab masih terlihat jelas dalam penampilan fisik Najwa Shihab. Hal ini terungkapsaat ahli genetika Herawati Sudoyo menelusuri latar belakang genetik Najwa Shihab berdasarkan penelusuran DNA. Herawati menjelaskan, Najwa Shihab memiliki 10 moyang berbeda dalam tubuhnya.

Dikutip dari Historia.id , dalam berita berjudul <a>Pernah Diolok Onta, Gen Arab Najwa Hanya 3,4 Persen</a>, yang ditulis M Fazil Pamungkas, Kamis (17/10/2019), Najwa Shihab termasuksatu dari delapan tokoh publik yang menjadi relawan dalam Proyek DNA Historia. Bersama Ariel Noah dan sutradara Riri Riza, Najwa Shihab menguji komposisi DNA di dalam tubuhnya dengan menggunakan uji sampel saliva (air liur). Hasilnya sangat mengejutkan.

Najwa sendiri tidak menyangka hasil tes DNA historinya akan seperti itu. Karena kentalnya penampilan fisik darah Arabnya, Najwa Shihab mengingat, saat kecil, ia terbiasa dipanggil dengan sebutan "Onta". “Itu yang kemudian saya rasakanberbeda dengan sekarang. Dulu rasanya santai santai saja.Dipanggil julukan apapun yang berkaitan dengan orangtua atau garis keturunan, saya merasa hal yang wajar dan biasa, tidak pernah tersinggung, karena tidak pernah dilakukan untuk tujuan menyakiti. Hanya sebatas julukan atau bercanda anak kecil saja. Jadi saya tidak pernah terganggu dengan itu,” kata Najwa Shihab.

Ahli genetika Herawati Sudoyo menjelaskan Najwa memiliki latar belakang genetik yang menarik. Karena ada 10 fragments(bagian/potongan) DNA yang berasal dari sepuluh moyang berbeda dalam tubuhnya. Paling banyak dan kompleks dibandingkan relawan lainnya.

Berturut turut dari yang paling dominan: 48.54%berasal dari Asia Selatan (Nepal, India, Bangladesh, Tamil); 26.81% dari Afrika Utara (Maroko, Algerian, Aljazair, Berbers);

6.06% dari Afrika (Mozambik); 4.19% dari Asia Timur (China); 4.15% dari Diaspora Afrika (Afrika Amerika);

3.48% dari Timur Tengah (Arab); 2.20% dari Eropa Selatan (Portugis); 1.91% dari Eropa Utara (Dorset);

1.43% dari Diaspora Asia (Asia Amerika); dan 1.22% dari Diaspora Eropa (Puerto Rico). “Jadi,yang waktu dulu manggil manggil aku ontasalah. Ternyata Middle Eastern nya hanya tiga persen saudara saudara,” kata Najwa sambil tertawa.

Hasil tes DNA telah membuktikan bahwa darah Arab dalam diri Najwa Shihab hanya 3.48%, tidak lebih dominan dari darah Asia dan Afrika yang dibawanya. Lalu,bagaimana kita menjelaskan fisik Nana yang jelas terlihat seperti orang Arab? Jika dilihat dari garis keturunan ayah (Quraish Shihab), kata Najwa, dirinya memang memiliki darah Arab secara langsung.

Kakeknya, Habib Abdurrahman Shihab, adalah putra seorang juru dakwah dan tokoh pendidikan kelahiran Hadramaut, Yaman, bernama Habib Ali bin Abdurrahman Shihab yang hijarah ke Batavia. “Habib Ali kemudian menikah dengan nenek, saya memanggilnya Jidah Salma, kemudian lahirlah Habib Abdurrahman, kemudian Abi (ayah) Quraish Shihab. Jadi,saya tahunya sampai sejauh moyang (buyutdalam istilah Jawa),” kata Najwa. Keterangan Najwa itu diperkuat olehketerangandalam biografi ayahnya, M. Quraish Shihab: Cahaya, Cinta, dan Canda karya Mauluddin Anwar, dkk.

DisebutkanbahwaHabib Ali telah tinggal di Batavia sejaktahun1901 untuk membangun lembaga pendidikan Jamiat Khair –lembaga pendidikan modern Islam pertama di tanah air yang awalnya dikhususkan bagi para pemuda Arab– bersama warga keturunan Arab lainnya. Tak hanya dari garis keturunan ayah, darah Arab juga terbentuk dari garis keturunan ibu. Menurut Najwa, kakeknya, Habib Ali Asegaf, merupakan putra seorang pedagang besar yang juga lahir di Hadramaut.

Ia bersama pedagang pedagang Arab lainnya hijrahdan menetap diNusantara. Dalam catatan sejarah bangsa ini, keberadaankaumHadrami(orang orang yang berasal dari Hadramaut)telah terekam jauh sebelum Habib Ali tiba di Nusantara. Sebagian besar keturunan Arab yang menetap di Indonesia berasal dari wilayah Hadramaut.

Menurut Hikmawan Saefullah, dosen Hubungan Intenasional Universitas Padjadjaran Bandung yanglama meneliti Arab Hadramaut di Indonesia, pada pertengahan abad ke 8 dan ke 9, rezim Ummayah dan Abbasiyah menjadikan kalangansayyidtarget pembunuhan karena ditakutkan menjadi ancaman politik. Karena terus dikejar dan diintimidasi, mereka akhirnya memilih melarikan diri ke luar Yaman, seperti Afrika, Hijaz, Persia, dan India. “Di antara yang melarikan diri ini, ada yang kabur ke wilayah Arabia Selatan, kemudian meneruskan perjalanannya melalui laut hingga ke wilayah Nusantara,” kata Hikmawan, yang juga seorang keturunan Arab Hadramaut, kepadaHistoria.

Linda Boxberger dalam On the Edge of Empire: Hadhramawt, Emigration, and the Indian Ocean 1880s 1930s menjelaskanbahwa orang orang Hadrami yang bermigrasi ke Afrika Timur dan India relatif lebih mudah kembali ke tanah airnya ketimbang mereka yang bermigrasi ke daerah yang lebih jauh, seperti Nusantara. Pasalnya, kegiatan pelayaran sebelum adanya kapal uap sangat sulit dan memakan waktu, terutama ketika di tengah perjalanan mereka harus berhenti untuk menunggu angin muson berembus. “Bahkan setelah perjalanan dengan kapal uap lebih mudah, karena alasan keluarga atau bisnis, mereka jarang pulang akibat biaya dan lamanya perjalanan,” tulisLinda.

Karenanya,banyak orangHadrami yang menetap permanen di Nusantara. Setelah melihat hasil tes DNA nya, Najwa sebenarnyatidak terlalu terkejut. Sebelumnya,ia sudah menduga dari mana saja leluhurnya berasal.

Seperti gen Asia Selatan, yang baginya wajar karena moyangnya merupakan seorang pedagang besar sehingga sebelum mencapai Nusantara sudah pasti melakukan kontak dengan orang orang di Gujarat, India. Begitu juga dengan gen Afrika Utara di tubuhnya. Bagi Najwa yang pernah tinggal di Mesir, meski tidak ada kaitannya dengan komposisi gen di tubuhnya, wilayah Afrika Utara telah dekat secara emosional dengannya.

Satu satunya yang membuat Najwa terkejut adalah persentase gen Arab yang ia miliki hanya 3.4%. Sangat jauh dari dugaan yang selama ini ia atau orang orang di sekitarnya yakini. Selain itu,gen Puerto Rico juga cukup menarik perhatiannya.

Meski tidak tahu mengapa bisa leluhurnya berada di sana, Najwa merasa senang karena beragam gen mengalir di dalam dirinya. "Selalu menyenangkan untuk tahu lebih banyak tentang diri sendiri terutama asal usul kita,” kata Najwa. Najwa menyadari keberagaman suku di Indonesia merupakan sebuah nilai yang sangat besar.

Menurutnyasangatmenarik bisa menggambarkan kekayaan Bhineka Tunggal Ika itu lewat tes DNA. Najwa berharap kita bisa menunjukkan betapa kayanya negeri ini dari segi perbedaan. “Di tengah begitu banyak perbedaan yang ada di dalam diri kita masing masing, sesungguhnya ini juga menguatkan bahwa satu hal yang menjadikan kita Indonesia adalah niat bersama untuk menjadikan ini rumah bagi semua. Jadi,dari mana pun kita berasal, dari berapa banyak pun silsilah yang mengalir di darah kita, Indonesia adalah rumah bersama dan Merah Putih jadi tujuan kita sama sama. Terima kasih Proyek DNA,” tutup Najwa.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*