Jumlah Pasien Covid 19 yang Sembuh Trennya Meningkat

Bisa jadi ini kabar gembira di tengah wabah corona. Jumlah pasien Covid 19 yang sembuh setelah mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit di Indonesia terus bertambah. Trennya pasien corona yang sembuh terus menunjukkan peningkatan dari hari ke hari. Kenaikan ini berkali kali lipat sejak pasien Covid 19 pertama di Indonesia dinyatakan sembuh, pertengahan Maret lalu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, jumlah pasien sembuh hingga Selasa (31/3/2020) sebanyak 81 orang, bertambah enam dari sehari sebelumnya, atau 17 orang jika merujuk pada catatan BNPB, Minggu (29/3/2020). Di Jawa Barat, angka kesembuhan pasien Covid 19 juga bertambah. Selasa (31/3/2020) pasien yang berhasil sembuh menjadi 11 orang, atau naik dua orang dari sehari sebelumnya. Kedua pasien Covid 19 tersebut sebelumnya dirawat di rumah sakit di Kabupaten Bogor.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mengatakan, meski angka kesembuhan pasien terus meningkat setiap hari, angka mereka yang terpapar juga masih menunjukkan peningkatan. Kemarin, jumlah mereka yang terinfeksi korona di Tanah Air sudah 1.528 kasus atau bertambah 114 kasus dari hari sebelumnya. Meski angkanya masih bertambah, angka penambahannya menunjukkan penurunan dibanding Senin (30/3/2020).

Senin lalu, jumlah mereka yang terinfeksi sebanyak 1.414 kasus atau bertambah 129 kasus dari hari sebelumnya. Peningkatan hari itu juga lebih sedikit dari peningkatan pada hari sebelumnya. Minggu (29/3/2020) jumlah mereka yang terinfeksi korona sebanyak 1.285, atau bertambah 130 dari hari sebelumnya. Hingga Selasa (31/3/2020), tercatat sudah 32 provinsi yang melaporkan adanya kasus positif virus korona di daerahnya.

Dengan demikian, hanya dua lagi provinsi yang masih "bersih", tidak mempunyai kasus positif corona. Keduanya adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Gorontalo. Dari semua provinsi yang terpapar, DKI Jakarta masih menempati urutan terbanyak, yakni 747 kasus. Berikutnya Jabar dengan 198 kasus, disusul Provinsi Banten dengan 142 kasus, dan Jawa Timur dengan 93 kasus.

Menyusul masih meluasnya penyebaran virus corona, Presiden Joko Widodo akhirnya menetapkan status Darurat Kesehatan Masyarakat di Indonesia. Presiden memperbolehkan kepolisian bertindak tegas terhadap para pelanggar yang berpotensi mengganggu program penanganan virus corona. "Langkah langkah penegakan hukum yang terukur dan sesuai undang undang," kata Presiden dalam konferensi video dari Istana Bogor, Selasa (31/3).

Presiden juga telah menerapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam mengatasi pandemi ini. Pemerintah, kata Presiden, telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang PSBB ini. Presiden juga sudah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Penetapan Kedaruratan Masyarakat, Selasa. Presiden menyebutkan, payung hukum yang digunakan untuk penerapan PSBB merujuk pada Undang Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan.

Menurut Jokowi, penegakan hukum bagi mereka yang melanggar aturan perlu dilakukan agar PSBB dapat berlaku secara efektif dan berhasil melakukan tujuan, “Yaitu mencegah meluasnya wabah Covid 19." Jokowi meminta, kepala daerah tidak mengambil kebijakan sendiri sendiri.

"Dengan terbitnya PP ini, semuanya jelas. Para kepala daerah saya minta tidak membuat kebijakan sendiri sendiri yang tidak terkoordinasi," ujarnya. Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona, Doni Monardo, mengatakan, Presiden Jokowi mempersilakan pemerintah daerah membuat kebijakan sampai di tingkat kecamatan.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*