Jutaan Jemaah 212 Akan Hadir di Monas pada 2 Desember 2019 Reuni 212 Panitia

Ketua Panitia Reuni 212, Awit Masyhuri mengatakan jutaan jemaah 212 akan reuni di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Senin (2/12/2019). "(Satu jutaan cukup), yang penting kami jaga persatuan umat Islam dan persatuan bangsa Indonesia," kata Awit, sapaannya, saat dihubungi Wartawan, Sabtu (23/11/2019). Tema reuni 212 tahun ini, sambungnya, yaitu Doa dan Keselamatan Negeri.

Kata Awit, pihaknya telah mendapat izin dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan perizinan Monas. "Kalau perizinan sudah selesai. Tinggal teknis saja, seperti panggung dan sound. Polres Jakarta Pusat juga tak ada masalah," ucap Awit. Awit melanjutkan, pihaknya telah mendapat izin ini sejak 14 November 2019.

Nantinya, kegiatan reuni jemaah 212 ini akan dimulai pada pukul 02.30 WIB. "Kemudian, mulai salat malam, zikir, salat subuh berjemaah, nanti kami akhiri pagi lah. Kalau siang, pukul 09.30 WIB sudah selesai," ujarnya. Dia mengatakan, kegiatan reuni ini tak akan menggangu arus lalu lintas.

"Dari dulu tidak ada masalah. Selalu ada pengalihan arus lalu lintas. Tidak masalah lah, aman. Maka kita percepat, pukul 09.30 WIB itu kan mungkin jam itu, orang lagi banyak aktivitas," kata Awit. "Kemudian yang ikut serta di 212 juga mungkin pagi itu bekerja juga. Jadi biar bubar, mereka langsung kerja ke kantor masing masing," dia menambahkan Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana menggelar Munajat atau reuni Mujahid 212 di kawasan Monas pada Senin (2/12/2019) mendatang.

Panitia reuni PA 212 pun mengklaim telah mengantongi izin dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menggunakan kawasan Monas. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun tidak menampik telah memberikan izin untuk menggelar acara pada 2 Desember mendatang. Ia mengatakan, pihaknya bersama dengan jajaran kepolisian dan TNI yang tergabung dalam Forum Koordinasi Kepala Daerah (Forkopimda) telah menggelar rapat untuk membahas kegiatan pada 2 Desember itu.

"Selasa kemarin, Forkopimda melakukan musyawarah terkait rencana kegiatan 1 Desember dan 2 Desember. Kegiatan 1 Desember terkait Papua dan 2 Desember terkait maulid akbar," ucapnya, Jumat (22/11/2019). "Nah, dari situ kesimpulannya memang diberikan izin," tambahnya menjelaskan. Meski demikian, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengaku tak mengetahui pasti jenis kegiatan apa yang akan digelar di kawasan Monas pada 2 Desember mendatang.

"Saya belum lihat surat permohonannya, tapi secara prinsip dari diskusi (Forkopimda) itu akan dapat izin. Dari sisi Pemprov DKI akan memberikan izin tempat," ujarnya di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat. Terkait dengan izin keramaian atau keamanan, Anies mengaku menyerahkan keputusan itu pada pihak berwajib. "Adapun untuk keramaian atau keamanan harus dari kepolisian," kata Anies.

Dilansir dari siaran Kompas TV, Kamis (21/111/2019), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama atau GNP Ulama mengemukakan rencananya menggelar Munajat dan reuni PA 212 di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat. Yusuf Martak,selaku Ketua Umum GNP Ulama menyebutkan reuni PA 212 pada tahun 2019 rencananya akan dilaksanakan dengan berbagai kegiatan. Acara doa bersamaa bagi kebaikan kebaikan bangsa, dan terlebih menyambut kepulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi merupakan salah satu agenda penting yang dilaksanakan pada reuni PA 212 besok.

Acara Reuni 212 akan digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada 2 Desember 2019. Juru Bicara Acara Reuni 212, Awit Mashuri, mengatakan acara ini untuk menunjukkan eksistensi dan ajang pemersatu antar anggota. Dia menegaskan tidak ada muatan politik di acara tersebut.

Tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu menargetkan jutaan orang hadir di acara itu. "Semoga berjuta juta," tambahnya. Sebelumnya, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF U) mengklaim sudah mengantongi izin menggelar acara reuni 212 pada 2 Desember 2019 mendatang di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Ini merupakan gelaran ketiga yang dilakukan PA 212. Acara ini bermula dari aksi unjuk rasa pada 4 November dan 2 Desember 2016. Aksi unjuk rasa digelar untuk memprotes dan menuntut Gubernur DKI Jakarta saat itu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipenjara karena penistaan agama.

Ahok dianggap menista Islam ketika mengutip surat Al Maidah ayat 51 saat kunjungan ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, September 2016. Di kunjungan itu, Ahok mengimbau masyarakat agar tidak tertipu dengan orang orang yang menggunakan ayat itu. Sejak saat itu, reuni 212 rutin digelar setiap tahun, meskipun Ahok sudah menjalani hukuman penjara usai divonis bersalah oleh pengadilan.

Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana akan menggelar reuni pada Desember 2019 mendatang, tepatnya pada Senin (2/12/2019) di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Menanggapi rencana tersebut, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD berujar tak mempermasalahkan hal itu. Dirinya juga menyebut nantinya, apabila reuni 212 tersebut berlangsung tidak perlu adanya pengamanan khusus.

"Nggak perlu, kan sudah ada SOP nya (Standar Operasional Prosedur)," terangnya saat diwawancarai awak media, tersiar dalam tayangan YouTube Kompas TV, Kamis (21/11/2019). Pihaknya berujar aparat sipil Indonesia sudah baik dalam menjalankan tugasnya. Terkait rencana reuni tersebut, PA 212 klaim sudah mendapatkan izin dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan utuk mengadakan Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat.

Namun, Kepala Kesbangpol DKI Jakarta Taufan Bakri mengatakan, pihaknya masih akan membahas soal perizinan penggunaaan Monas dalam rapat. “Masih mau rapat itu, besok aja, kalau besok sudah ada (keputusan) baru berani ngomong,” ujar Taufan saat dihubungi, Kamis (21/11/2019) malam. Ia belum bisa memastikan apakah Pemprov DKI akan memberikan izin atau tidak.

Menurut Taufan, rapat untuk membahas izin kegiatan tersebut akan digelar Jumat (22/11/2019) ini. Rapat akan dihadiri tim pengamanan, unsur TNI, Polri dan Pemprov DKI. “Ini kan dia minta izin tempat. Oleh Monas diizinkan atau enggak. Belum rapat, besok baru rapat,” kata Taufan.

Selain perizinan, rapat tersebut juga akan membahas perkiraan jumlah orang yang akan hadir. Pemprov DKI dan tim keamanan berkoordinasi guna mencipatakan suasana yang tertib dan nyaman. “Kami prediksi dari hasil dialog kami tanya ke mereka nanti kira kira berapa banyak massa datang, siapa aja yang bergerak,” katanya.

Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama atau GNP Ulama, Yusuf Martak, dalam siaran di Kompas TV, Kamis (21/11/2019) kemarin, menyebutkan reuni tahun 2019 ini rencananya akan berupa acara doa bersama bagi bangsa dan kepulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*