KABAR DUKA – Legenda Bulu Tangkis Indonesia Tati Sumirah Meninggal Dunia

Legenda bulu tangkis Indonesia, Tati Sumirah, meninggal pada Kamis (13/2/2020) sekitar pukul 22.25 WIB. Tati mengembuskan napas terakhir setelah dirawat di RSUP Persahabatan selama sembilan hari, terhitung sejak Selasa (4/2/2020). Diketahui, Tati dirawat karena gula darahnya tinggi dan mengalami masalah pada paru paru.

Kabar duka mengenai kepergian Tati ini telah dikonfirmasi sang keponakan, Reza Aditya. "Allah berkehendak lain, Bu Tati sudah tidak sakit lagi sekarang," ujar Reza kepada Warta Kota, Kamis. Reza melanjutkan, dokter sempat menyatakan denyut jantung Tati sempat dua kali lipat dari normal.

Saat itu, dokter menjelaskan pada keluarga soal kemungkinan terburuk yang akan dialami. "Bude (sapaan Tati) denyut jantungnya dua kali lipat dari jantung normal. Normal kan 100, bude 210." "Dokter jelasin hal kemungkinan terburuk," tutur Reza.

Mengutip , wanita kelahiran Jakarta, 9 Februari 1952 ini merupakan pemain bulu tangkis era 1970 hingga 1980 an. Selama kariernya, Tati sukses menyabet gelar juara kedua dalam ajang Piala Uber pada 1972. Sedangkan di Piala Uber 1975, ia berhasil menyumbangkan medali emas untuk Tanah Air bersama tim Indonesia.

Saat Piala Uber 1975, tim Indonesia yang diperkuat Tati bersama Theresia Widiastuti, Imelda Wiguna, Utami Dewi, Minarni Sudaryanto, dan Regina Masli, sukses melaju ke final setelah mengalahkan Jepang dengan skor 5 2. Tak hanya itu, ia juga meraih juara dua di Kejuaraan Dunia Invitasi Dunia pada 1974. Sementara pada 1980, Tati Sumirah berhasil mendapatkan medali perunggu saat Kejuaraan Dunia.

Ketika pensiun sebagai atlet bulu tangkis, Tati pernah bekerja sebagai kasir di sebuah apotek cukup lama. Hingga kemudian Rudi Hartono memberinya pekerjaan di perusahaan oli Top 1. Dilansir , PB Tangkas yang pernah menawarkan Tati Sumirah untuk menjadi pelatih ketika sang atlet pensiun, merasa kehilangan sosok legenda bulu tangkis Indonesia ini.

Diketahui, PB Tangkas merupakan klub Tati bernaung sejak 1966. Bagi Wakil Ketua PB Tangkas, Juniarto, Tati merupakan pahlawan bagi bulu tangkis Indonesia. Bukan hanya bagi klubnya.

"Kami merasa sangat kehilangan atas meninggalnya Tati Sumirah." "Dia tidak saja pahlawan bagi klub, tetapi juga untuk bulu tangkis Indonesia," ujar Juniarto dalam rilisnya. "Berkat dedikasinya Indonesia pertama kali bisa merebut Piala Uber tahun 1975," imbuh dia.

Lebih lanjut, Juniarto berharap semangat dan perjuangan Tati Sumirah bisa menginspirasi para atlet bulu tankgkis Indonesia. "Semangat juang, dedikasi tanpa pamrih, dan totalitas Tati untuk kejayaan prestasi bulu tangkis Indonesia layak menjadi suri teladan dan sumber inspirasi bagi pemain bulu tangkis Indonesia saat ini," tandas Juniarto.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*