Kenang Jasa Raden Ajeng Kartini dengan Mencicipi 7 Hidangan Khas Jepara Ini

Hari Kartini jatuh pada hari ini, Minggu (21/4/2019). Biasanya, Hari Kartini di Indonesia diperingati dengan peragaan busana tradisional. Selain itu, traveler juga bisa menjelajah sekaligus mencicipi hidangan khas di Jepara.

Jepara merupakan kota kelahiran Raden Ajeng Kartini, pahlawan emansipasi wanita di Indonesia. Meskipun namanya pindang serani, namun hidangan yang satu ini tidak terbuat dari ikan pindang. Pindang serani terbuat dari ikan serani dengan cita rasa kuah yang manis, pedas, dan asam.

Hidangan opor di Jepara bukan hanya dimasak dengan santan, tetapi juga dimasak dengan cara dipanggang. Cara memasaknya pun tak jauh berbeda, hanya saja sebelum dimasak bersama santan, potongan daging ayam terlebih dahulu dipanggang. Rondo royal merupakan tape singkong yang digoreng dalam balutan adonan tepung beras.

Kudapan yang bercita rasa manis dan gurih ini banyak dijajakan saat sore hari. Terbuat dari beragam sayuran, kuluban disebut sebut sebagai saladnya orang Jepara. Kuluban terbuat dari kacang panjang, petai, nangka muda, dan tauge.

Blenyik atau tempong merupakan teri mentah yang diawetkan dengan menggunakan garam. Blenyik umumnya diolah dengan cara ditumis, digoreng, maupun dimasak tanpa menggunakan santan. Singit merupakan hidangan khas Jepara yang berbahan dasar daging sapi.

Makanan ini dimasak dengan santan, kecap manis, cabai merah, garam, gula merah, bawang merah, dan bawang putih. Kekep antep atau asem asem daging terbuat dari potongan daging sapi. Dimasak dengan berbagai bumbu, kekep antep diberi tambahan asam jawa, sehingga menghasilkan cita rasa yang sedikit asam.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*