Kita Malah Bersyukur Ada Ahok di Pertamina Ahok Diminta Mundur dari Komisaris penting Luhut Binsar

Tuntutan masa aksi 212 pada Jumat (21/2/2020), sempat meminta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dicopot dari jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Sebab, Ahok dituding telah melakukan korupsi di perusahaan pelat merah tersebut. Terkait dengan hal itu, Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan turut angkat bicara.

Mengutip dari , Luhut menilai, Ahok justru merupakan sosok yang tepat mengisi jabatan Komisaris Utama Pertamina. Pasalnya, banyak kejanggalan di perseroan tersebut yang mulai dibenahi. "Dituduh korupsi? Kalau saya boleh cerita, justru Pak Ahok itu yang menemukan banyak sekali masalah masalah yang harus diperbaiki di Pertamina," ucap Luhut.

Tak hanya itu, Luhut juga merasa bersyukur dengan adanya Ahok yang mengisi jabatan strategis di Pertamina. "Kita malah bersyukur ada Pak Ahok," terang Luhut. Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga menanggapi soal permintaan massa 212 yang menuntut Ahok untuk mundur dari jabatannya.

Erick Thohir mengaku, puas dengan kinerja jajaran direksi dan Komisaris Pertamina dalam tiga bulan terakhir. "Apa yang dilakukan daripada komisaris dan redaksi, saya tidak mau dikotomi komisaris dan direksi. Erick Thohir menegaskan, pihaknya tidak akan mencopot Ahok atau jajaran direksi dan komisari Pertamina yang lain dalam waktu dekat ini.

Menurutnya, selama jajaran dan komisari berhasil menjalankan tugas sesuai key performance indicator (KPI) yang ditentukan, tidak akan terkena perombakan. "Saya tidak mau pergantian itu karena hal hal personal, selama KPI nya jalan, biarkan direksi BUMN bekerja." "Jangan ditakut takuti nanti diganti begitu, yang diganti itu yang tidak sesuai dengan KPI," tegas Erick Thohir.

Ia mengatakan, tidak ingin terjadi bongkar [asang direksi dan komisaris BUMN dalam waktu yang cepat. Erick Thohir mengungkapkan, ia ingin direksi dan komisaris yang telah ditunjuk bekerja sesuai dengan masa kerja yang telah ditentukan. "Saya mau direksi yang diangkat saat ini bisa menjabat sampai dengan selesai, jangan direksi ini ditakuti gonta ganti posisi."

"Apakah dalam satu tahun dilepas saya tidak mau, kenapa? karena yang namanya membangun sebuah usaha perlu kontinuitas, tetapi KPI harus tetap tercapai," terangnya. Pernah diberitakan , Ahok memunculkan gebrakan setelah ditunjuk Erick Thohir sebagai Komisaris Utama PT Pertamina. Tiga hari menjabat sebagaiKomisarisUtamaPTPertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) langsung tancap gas benahi sistemBUMNPertamina.

Gebrakan pertamaAhoksebagai Komut PTPertamina, dilakukannya sesuai perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal impor migas. Ahok juga dikabarkan akan melakukan rapat perdana dewan Komisaris PTPertaminapada hari ini, Rabu (27/22/19). Pada satu kesempatan,Ahokmengatakan sudah memberi arahan kepadaDirekturUtamaPertaminaNicke Widyawati pada rapat Selasa (26/11/2019) kemarin.

Ahok diketahui menerima tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membenahi persoalan internalPertaminaserta menekan impor minyak dan gas (migas). Ahok mengatakan, Dirut yang akan memaparkan soal targetPertaminakedepan. Menyoroti persoalan impor minyak, dan pengembangan kilang.

"Ibu Nicke yang akan menjelaskan," tuturAhok. Untuk menindaklanjuti itu, ucapAhok, ia bersama jajaran komisaris pertamina akan menggelar rapat perdana pasca dirinya resmi menjabat sebagaiKomisarisUtamaPTPertamina. "Besok (hari ini red) kami akan rapat Dewan Komisaris untuk pertama kali,"Ahokmemastikan.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*