Konsumsi LPG Stabil Namun Konsumsi BBM Ritel Alami Penurunan 20 Persen Selama Pandemi Pertamina

Direktur PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengakui bahwa pandemi virus corona (Covid 19) berdampak pada adanya penurunan konsumsi BBM ritel. Jika dibandingkan penjualan ritel secara normal penurunan permintaan ini mencapai angka 20 persen. Ia pun berharap kondisi ini bisa kembali normal pada Agustus mendatang.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara virtual bersama Komisi VII DPR RI, Selasa (21/4/2020) siang. "Ritel saat ini turun 20 persen dari penjualan normal, kami harap penurunan ini hanya sampai bulan Juni saja dan pada bulan Agustus sudah bisa kembali normal," ujar Nicke. Terkait konsumsi untuk LPG, kata dia, tergolong stabil karena mengalami peningkatan yang dipicu kebutuhan rumah tangga saat pandemi berlangsung.

"Untuk LPG ini ada peningkatan 1,36 persen, ketika orang di rumah dan memasak sendiri. Jadi demand LPG stabil," jelas Nicke. Dalam paparannya di hadapan Komisi VII, ia menyebutkan beberapa pokok bahasan penting terkait bagaimana dampak corona terhadap kondisi perusahaan serta apa rencana Pertamina setelah pandemi selesai. Selain itu ia juga menjelaskan mengenai kontribusi perseroan terhadap penanganan pandemi ini.

Nicke pun memastikan, wabah ini telah berdampak pada penurunan supply global hingga mempengaruhi nilai tukar rupiah. "Pertamina terkena shock penurunan supply global (global supply demand), price projection dan nilai tukar rupiah," pungkas Nicke.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*