Lamtur Bersyukur Terompet Tahun Baru Miliknya ada yang Beli Meski Omset Menurun

Jelang malam Tahun Baru pedagang terompet sudah mulai marak, menjajakan dagangannya di setiap sudut Kota Jakarta. Salah satunya di Kawasan Glodok, Jakarta barat. Terlihat beberapa penjual terompet Tahun Baru, sibuk menyusun barang dagangan mereka pada sebilah bambu. Ada juga yang terlihat sibuk membuat terompet yang akan dijual.

Lamtur, salah satu pedagang terompet di Kawasan Glodok ini saat ditemui tengah sibuk membuat trompet pesanan pelangannya bersama istri dan adik laki lakinya. Tangannya tampak begitu lihai memotong dan menyatukan bahan bahan yang akan digunakan untuk membuat satu buah terompet. Semua terompet yang dijualnya, Lamtur mengaku murni hasil kerajinan tangannya sendiri bersama adik dan istrinya.

Ia sudah mencicil membuat semuanya jauh hari sebelum malam Tahun Baru. Pria asal Sukatani ini bercerita sudah mulai membuat terompet dari tahun 1980. Kurang lebih, sudah 11 tahun berjualan di Kawasan Glodok. "Saya udah dari tahun 1980 membuat terompet, namanya anak pengrajin terompet jadi yah bisa membuat ini. Turun temurun gitu, anak saya juga sudah bisa," katanya.

"Kalau disini udah 6 tahun jualannya, sebelumnya di seberang sana (Kawasan Glodok) selama 5 tahun," ujar Lamtur saat ditemui di Kawasan Glodok (Senin,30/12/2019). Ada beberapa jenis terompet yang dijual olehnya, mulai dari yang kecil hingga yang besar. Harganya cukup murah, mulai dari 5 ribu rupiah sampai dengan 15 ribu rupiah, tergantung jenis terompet yang akan dibeli.

Pria berkulit hitam manis ini mengaku meski terompet dagangannya banyak terjual, tapi diakuinya masih ramai dari tahun tahun sebelumnya. Lamtur mengungkapkan jika ditahun tahun sebelumnya ia bisa memproduksi sekitar 3000 buah terompet, untuk tahun ini ia hanya memproduksi sekitar 1000 buah saja. "Alhamdulillah, rezeki tidak ada yang tahu. Lumayan sepi, tapi ada saja yang beli. Saya sudah berjualan mulai tanggal 20 kemarin. Satu dua pembeli, ada yang nyamperin kesini, "ujar Lamtur.

"Meski berkurang dibanding tahun tahun sebelumnya. Kalau dulu, saya bisa membuat sekitar 3000 buah, kalau sekarang 1000 buah saja belum habis,"lanjutnya. Pria berusia 56 tahun ini kemudia mengungkapkan, biasanya terompet dagangannya baru mulai ramai oleh pembeli sehari jelang malam Tahun Baru.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*