Mahasiswa ITS Ini Selesaikan Skripsi Setebal 3.045 Dalam 3 Minggu

Skripsi mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Muharom Gani Irwanda, viral di media sosial. Apa yang menarik dari skripsi karya Gani? Daya tariknya adalah skripsi berjudul "Penjadwalan Waktu Pelaksanaan dan Rencana Anggaran Biaya Pelaksanaan Proyek Pembangunan Denver Apartment, Kompleks Citraland CBD Kota Surabaya" itu setebal 3.045 halaman.

Gani mengaku menyelesaikan skripsi lebih dari 3.000 halaman itu dalam waktu 3 minggu. Ia baru benar benar mengerjakan skripsinya setelah ia selesai magang dari salah satu perusahaan BUMN. "Lalu, setelah (magang) itu baru benar benar mengerjakan lagi tanggal 29 Juni hingga 5 Juli lalu," demikian keterangan Gani, seperti tertuang dalam rilis ITS yang dilansir Kompas.com , Jumat (19/7/2019).

Skripsi dengan tebal 3.045 halaman itu terdiri dari 152 halaman bab 1 3, 2.740 halaman bab 4, dan 152 halaman untuk lampiran. Selama proses pengerjaan itu, Gani terus mengetik selama 15 jam dalam sehari. Bahkan, ia mengurangi waktu tidurnya menjadi dua jam per hari untuk menyelesaikan tugas akhirnya.

Awalnya, ketika konsultasi dengan dosen pembimbingnya, Ir Sukobar M.T, Gani ingin menyelesaikan TA untuk gedung 37 lantai. Akan tetapi, dosennya berpendapat, Gani akan menemui kesulitan dalam pengerjaannya. Akhirnya, Gani mengerjakan metode konstruksi untuk gedung 11 lantai yang masing masing dirincikan hitungannya.

Oleh karena itu, terdapat 11 perhitungan volume, kapasitas produksi dan tenaga kerja, jumlah alat, durasi hingga estimasi harga yang berbeda. "Saya merasa tertantang, karena tidak bisa mengerjakan 37 lantai, saya harus bisa mengerjakan 11 lantai dengan baik," ujar Gani. Proses penggarapan skripsi langsung dikerjakan oleh Gani menggunakan software Microsoft Excel.

Larut dalam keseriusannya mengerjakan skripsi, Gani bahkan tidak sadar skripsi yang ditulisnya mencapai lebih dari 3.000 halaman. "Saya pikir hanya di kisaran seribu, ternyata sampai tiga ribuan," kata dia. Dalam pengerjaan skripsi ini, Gani mengaku pernah mengalami kesulitan, seperti gedung yang ia pilih menjulang berbentuk huruf L dan ada perbedaan konstruksi. (*)

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*