Maunya Ditangani Dokter Perempuan VIRAL Dokter Ditolak Ibu yang hendak Melahirkan karena Ia Laki-laki

Seseorang yang sedang membutuhkan bantuan medis pasti ingin dokter datang menolong sesegera mungkin. Apalagi jika situasi menyangkut hidup dan mati. Namun, seorang ibu yang mau melahirkan ini justru tak ingin segera ditangani karena dokter yang sedang berjaga saat itu hanya dokter laki laki.

Operasi sesar perlu dilakukan karena bayi dalam kandungan ibu itu mengalami fetal distress atau bayi lemas. Akan tetapi ibu itu menolak dioperasi oleh dokter laki laki. Ia hanya dingin dioperasi oleh dokter perempuan.

Dokter asal Malaysia bernama Juna itu pun menceritakan pengalamannya itu di akun Twitter pribadi miliknya. Sang dokter merasa sedikit kesal karena pasiennya tidak mau ditangani oleh dirinya yang seorang laki laki. Padahal situasi pasiennya saat itu sedang gawat.

Jika tidak ditangani segera, nyawa bayi dalam kandungan ibu bisa terancam. November 2019 lalu, Juna bercerita ia bertemu seorang ibu hamil yang harus segera dioperasi sesar. Ia dan para perawat pun langsung bergegas untuk melakukan operasi.

Namun setibanya dokter Juna di ruangan operasi, ibu itu memasang ekspresi wajah penolakan dan berkata dalam bahasa Malaysia, "Saya tidak mau dokter laki laki!" "So here’s the tea. Had one patient pushed to emergency C sect earlier today for fetal distress (read: bayi lemas). Was running siaaa from ground floor to OT (operation theater)cuz it’s fuckin baby lemas, sampai2 je the mom buat muka and said “TAK NAK STAFF LELAKI!”I’m sorry?, " tulis dokter Juna mengawali thread nya.

(Jadi begini, ada satu pasien yang harus segera dilakukan operasi sesar hari ini karena fetal distress atau bayi lemas. Saya berlari dari lantai dasar ke ruang operasi karena keadaannya gawat. Setelah sampai si ibu pasang wajah penolakan dan berkata 'TAK MAU DOKTER LAKI LAKI!,' I'm sorry?)

Dokter Juna berkata di shift nya itu memang tak banyak dokter yang jaga malam, hanya 2 3 orang saja. Kebetulan dirinya jaga malam saat itu. "I’M SORRY SISTERR this is not a situation where u could demand for a female staff.

This is AN EMERGENCY! Bukan suka2 nk main aci x aci nak belah perut orang. Your baby is struggling to live. Plus bukan satu bas keje malam, 2 3 kerat je, and I’m sorry kalau I happened to be a man, " lanjutnya.

(Maaf ya Bu ini bukan situasi di mana Anda bisa meminta dokter perempuan. Ini DARURAT! Bukan suka suka pilih perempuan untuk operasi. Bayi Anda sedang berjuang untuk tetap hidup.

Selain itu bukan orang satu bus yang kerja malam, hanya 2 3 orang saja. Ya maaf kalau ternyata saya laki laki.) Dokter Juna berkata pasiennya itu merupakan pasien anti vaksin.

Ia menghargai ibu tersebut. Tapi di saat situasi genting seperti itu, dokter Juna ingin permasalahan itu diserahkan sepenuhnya pada ahlinya, yaitu dokter. "And for AN ANTIVAX I supposed you’re religious enough (emoji) to realized that this is the one yang Islam kata darurat.

You’re free to choose, the choices are yours, we respect that. But just know when it comes down to this kinda situation, leave it to ahlinya ok." (Dan untuk anti vaksin, saya rasa Anda cukup relijius untuk menyadari bahwa ini disebut situasi darurat dalam Islam.

Anda bebas memilih, pilihan ada di tangan Anda, kami menghargai itu. Api untuk situasi seperti ini, serahkan saja pada ahlinya, ya.) Hingga pada akhirnya, seperti yang dilansir World of Buzz, ibu itu tak punya pilihan lain karena memang sedang tak ada dokter perempuan saat itu.

Beruntung, sang bayi dan ibu ditangani tepat waktu dan berhasil selamat. Sejak ditulis 9 November lalu, cuitan dokter Juna itu telah diretweet lebih dari 5.100 kali.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*