Nekat Salaman Ingin Gelar Doa Bersama Video Wali Kota Prabumulih Tak Liburkan Siswa karena Corona

Viral video Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya beredar di media sosial. Video yang beredar ini menuai berbagai reaksi publik. Hal ini lantaran Ridho Yahya enggan meliburkan siswa di kotanya karena virus corona.

Padahal pemerintah sudah mengimbau para kepala daerah untuk meliburkan siswa mereka. Seperti yang diketahui, penyebaran virus corona masih terus bertambah. Terhitung sampai Minggu 5 April 2020 siang, total pasien yang positif terpapar virus corona berjumlah 2092 orang.

Dari 2092 orang, 191 diantaranya meninggal dunia. Sedangkan 150 pasien telah dinyatakan sembuh dari Covid 19. Terus bertambahnya pasien corona membuat pemerintah memperpanjang masa darurat.

Pemerintah juga mengimbau agar para siswa belajar dari rumah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Selain itu, beberapa perusahaan juga menerapkan sistem work from home yakni karyawan bekerja dari rumah. Kendati sudah ada imbauan dari pemerintah, Wali Kota Prabumulih justru tak mempedulikannya.

Ridho Yahya enggan meliburkan siswa di kotanya meski pandemi Covid 19 masih mewabah. Bukan hanya itu, Ridho Yahya juga tak setuju dengan imbauan tak berjabat tangan. Dengan tenang, ia mengajak para wartawan yang sedang wawancara untuk bersalaman dengannya.

Sontak saja video Ridho Yahya ini menjadi viral. Video tersebut awalnya diunggah oleh pemilik akun Twitter @jr_kw19 pada 4 April 2020. Dalam video yang beredar, Ridho Yahya yang mengenakan pakaian dinas ini sedang melayani berbagai pertanyaan dari para awak media.

"Tidak akan meliburkan siswa?" tanya seorang wartawan. Wali Kota Prabumulih ini justru balik melempar pertanyaan kepada wartawan. "Saya tanya, apa dengan melibukan, penelitian mengatakan libur sekolah corona penyakit tidak datang? Nggak ada kan?" ujar Ridho Yahya.

Lebih lanjut, Ridho Yahya justru mengatakan kalau ia menunggu adanya penelitian yang menjelaskan korelasi antara libur sekolah dan virus corona. "Coba ada penelitian, libur anak anak sekolah penyakit berkurang, corona berkurang, ada gak?" lanjutnya. Bahkan dengan penuh keberanian, pria yang mengenaka pakaian dinas ini mengimbau kepada masyarakat agar tak takut penyakit.

"Penyakit itu bukan untuk ditakuti, penyakit untuk dihadapi, karena itu akan terjadi, hadapi, gak perlu kita takut," jelasnya lagi. Tak berhenti sampai di situ, Ridho Yahya bahkan berencana mengumpulkan para pegawai untuk menggelar doa bersama dan rapat. Padahal pemerintah sudah mengimbau agar menghindari kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

"Kita rapat bukan cuma biar Prabumulih terhindar dari corona, terhindar dari seluruh berbagai macam penyakit, yang penting itu minta dengan Tuhan, bukan lari dari kenyataan," tutur Ridho Yahya. Lagi lagi Ridho Yahya menegaskan bahwa dengan meliburkan siswa tak menjamin wilayahnya terbebas dari penyakit. "Kalau ada jaminan libur lalu corona hilang, nah libur lah besok," ujarnya.

Tak percaya dengan imbauan menghindari salaman, Ridho Yahya dengan mantap menyalami para wartawan yang ada di depannya. "Tidak percaya itu, sepertinya ada kemerosotan kita kepada Allah SWT, tidak percaya," katanya. Selain itu, ia juga menyebut kalau adanya panic buying dikarenakan warga terlalu banyak menonton televisi.

"Ini walikota mana yah? Gak punya tv? Gak punya kuota buat tau update berita terkini dunia?

Gak tau berita di Wuhan, Itali, Amerika, Jakarta? Jelasin ke dia ttg corona," tulis akun @jr_kw19. Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya bahkan ikut memberikan tanggapannya. Yunarto Wijaya mengomentari Tweet tersebut dengan memberitahu bahwa sosok yang ada di video tersebut adalah Wali Kota Prabumulih.

"Prabumulih.. Ridho Yahya…," tulisnya. Ridho Yahya enggan meliburkan siswanya, Pemerintah Kota Prabumulih akhirnya megeluarkan edaran belajar di rumah.

Edaran tersebut ditujukan kepada seluruh pelajar di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Terkait keputusan tersebut, Ridho Yahya mengaku ia hanya mendengar suara rakyat terlebih banyak yang mendesak agar siswa diliburkan. Ridho Yahya menjelaskan bahwa pihaknya meliburkan pelajar mulai hari Jumat 20 Maret 2020 hingga satu minggu ke depan.

Mengenai perpanjangan belajar di rumah, Ridho Yahya menunggu perkembangan. "Kita akan lihat perkembangan kalau ada keputusan akan diperpanjang, maka akan kita perpanjang dan kalau tidak maka sekolah lagi," katanya. Lebih lanjut, adik Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya itu menuturkan, pihaknya khawatir selama libur sekolah para pelajar tidak belajar namun hanya main main padahal tidak lama lagi akan menghadapi ujian.

"Khawatir kita nilai anak anak drop, sebetulnya itu perhitungan kita dan tidak ada kepentingan pribadi kita, semata mata kita ingin anak belajar dan eksis sehingga nilai bagus begitu juga pegawai," lanjutnya. Kendati sudah meliburkan siswa, keputusan tersebut belum berlaku untuk para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih. Ridho Yahya belum meliburkan para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih.

"Karena di satu sisi pekerjaan menumpuk, di satu sisi nanti anggaran anggaran ujungnya tidak selesai dan molor, padahal pak Presiden ketika pertemuan di sentul mengatakan kalau semua pekerjaan itu di Maret sudah selesai semua," jelasnya. Wali Kota Prabumulih dua periode itu menjelaskan dirinya sendiri akan standby bekerja dan melayani serta menyelamatkan warga kota Prabumulih jika mengalami masalah. "Saya sebagai Wali Kota itu sama seperti nahkoda kapal, harus selalu didepan untuk rakyat Prabumulih, saya akan ada terus di pemkot Prabumulih dan tidak mungkin di belakang atau sembunyi. Apapun terjadi saya tetap didepan," bebernya.

Disinggung kenapa pegawai belum diliburkan, Ridho mengaku kalau pegawai diminta tetap bekerja agar pekerjaan tidak stop apalagi ruangan para pegawai telah disekat dan berbeda beda. "Untuk pegawai saya minta supaya pekerjaan tidak stop dijalan, kan beda beda ruangan kepala dinas dan untuk kepala dinas, walikota dan wakil tetap dikantor karena jika ada berita butuh 1×24 jam kita bisa cepat bertindak juga, kita standby di kantor toh ruangan beda beda," bebernya. Ditanya mengenai Dinas Luar (DL) apakah dilarang, Ridho Yahya mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan BPK apa kebijakannya apakah dilarang atau tidak.

"Kita akan tanyakan dulu misal DL ke daerah ringan misal bengkulu apakah boleh atau tidak ini masih jadi pertanyaan kita, kita perlu konsultasi juga ke Jakarta dan lainnya diperbolehkan atau tidak," tambahnya.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*