Padahal Hanya Pakai Lampu & Kipas Angin Viral Kakek Miskin Dapat Tagihan Listrik Hingga Rp 259 M

Viral kisah seorang kakek miskin yang tagihan listriknya mencapai Rp 259 Miliar. Sontak kejadian ini diluar dugaan, pasalnya sang kakek dalam keseharian hanya memakai lampu dan kipas angin. Sang kakek telah berusaha mengurus kesalahan ini namun hingga kini, permasalahan belum selesai.

Pernah dengar tentangtagihan listrikyang melonjak di luar kewajaran pemakaian? Saattagihan listriksangat tidak sebanding dengan pemakaian yang biasa digunakan sehari hari. Nah, lonjakantagihan listrikyang dialami kakek ini mungkin jauh dari kata wajar.

Shamim, pria berusia 80 tahun dari Uttar Pradesh, India ini tinggal bersama istrinya selama ini hanya menggunakan lampu dan kipas angin di rumahnya. Namun, dia menerima tagihan dari perusahaan listrik sekitar 1,28 milliar Rupee atau sekitar Rp259 milliar. Melansir Toutiao pada Senin (22/7/2019) Shamim terkejut dan tidak tahu apa yang dia lakukan sampai mendapatkan tagihan listrik sebanyak itu.

Hasilnya, biro daya memutus listrik Shamim karena dia tak sanggup membayar tagihan listrik. Shamim, yang tinggal di desa Chamri Hapur bersama istrinya, berkata, "Saya telah mendekati departemen listrik untuk memperbaiki kesalahan." "Kami diberitahu bahwa mereka tidak akan melanjutkan sambungan listrik kami kecuali kami membayarnya."

"Tidak ada yang mendengarkan kami permohonan. Bagaimana kami akan mengirimkan jumlah itu," tambahnya. Dia mengklaim bahwa departemen kelistrikan tampaknya menyerahkan tagihan satu daerah kepadanya. "Saya telah berlari dari tiang ke tiang tetapi tidak ada yang mendengarkan."

"Tampaknya departemen kelistrikan meminta saya membayar tagihan untuk seluruh Hapur," tambahnya. Shamim juga telah pergi ke kantor perusahaan listrik untuk mengeluh, namun tidak ada yang mau mendengarkan keluhannya. Hingga akhirnya masalah tersebut berhasil diselesaikan setelah departemen listrik mengatakan ada beberapa kesalahan teknis, dan itu bukan masalah teknis.

Insinyur Ram Sharan juga meyakinkan bahwa departemen akan memperbaiki tagihan tersebut. Pada 2017, seorang pria dari Jambadpur, Jamshedpur menerima tagihan listrik hingga 380 miliar rupee Rp76 triliun. Padahal dia hanya mengunakan tiga kipas listrik, tiga lampu, dan menonton tv.

Lalu seorang warga di Aurangabad Jagannath Nehaki Sherk, dia menerima tagihan 864.000 rupee atau sekitar Rp170 juta. Namun sebelum kesalahannya diperbaiki, dia lebih dahulu bunuh diri. )

Tingkah laku balita memang tidak terduga. Pengawasan dari orangtua masih dibutuhkan seorang balita. Terlebih lagi jika berurusan dengan barang elektronik.

Semua barang elektronik yang ada dirumah sebagian besar menggunakan listrik sebagai daya utamanya. Bagi orangtua yang memiliki anak masih bayi atau balita. Lebih baik memperhatikan tentang saluran listrik yang ada dirumah.

Jangan sampai terjadi hal yang tak diinginkan seperti peristiwa bayi di Indramayu ini. Kabar menyedihkan datang dari seorang balita yang tewas tersengat listrik. Kejadian itu terjadi di Indramayu, Jawa Barat.

Dalam unggahan video YouTube KOMPASTV, terlihat detik detik saat orang tua bayi tersebut menangis tak rela kehilangan nyawa anaknya. Video itu menunjukkan seorang ibu yang yang menangis histeris dengan menggendong seorang balita. Si wanita menggoyangkan anaknya berusaha membuat sadar anaknya.

Berdasarkan caption yang ada dalam unggahan itu disebutkan jika lokasi pengambilan video itu ada di Puskesmas Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat. Sebuah suara yang terdengar dari video itu berusaha untuk menenangkan si wanita. “Udah Ibu, sabar, Bu, sabar.

Ikhlaskan, ikhlaskan,” kata seseorang yang ada dalam video tersebut. Tak percaya akan apa yang ia hadapi, si ibu terus menggoyangkan anaknya. “Balik, Nak, balik, Nak.

Ampuni hamba Ya Allah,” kata sang ibu sambil terus menggoyangkan anaknya saat meletakkan di ranjang Puskesmas tersebut. Dilansir dari video YouTube KOMPASTV, bayi tersebut adalah Arfan berumur 10 bulan. Tampak ibu Arfan menggendong Arfan sambil menangis di Puskesmas Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat.

Awalnya Arfan disebut sebut meninggal lantaran tersengat listrik kabel charger handphone milik orangtuanya. Namun, setelah diselidiki lebih lanjut oleh polisi. Fakta lain muncul dalam peristiwa itu.

Kapolres Indramayu AKBP M Yoris Maulana Marzuki benarkan Arfan meninggal akibat tersengat listrik. Namun, bukan karena kabel charger handphone melainkan dari kabel pembuat roti yang terkelupas. Menurut Yoris, rumah kontrakan orang tua korban dijadikan tempat produksi roti.

Dari penjelasan Yoris, dapat diketahui bahwa penyebab kematian Arfan karena tersengat listrik dari kabel pembuat roti yang terkelupas. Video tersebut mengundang banyak simpati dari warganet. Banyak yang menduga duga penyebab tewasnya balita tersebut.

Namun tak sedikit yang memberikan doa untuk bayi itu. "Innalilahi wainna ilayhi rojiun mga husnul khotimah aamiin Allahumma aamiin, " tulisAida Nelly. "Semoga Seluruh Keluarganya DiBeri Ketabahan.

Menurut Aku Sih Itu Karena Tangannya Basah Terus Pegang Kabelnya Dan Mesin Pembuat Roti Itu Aliran Listriknya Tinggi," tulisRenzo Aja. "Mungkin tangan anak itu basah. Menyebap kematian. Ngak ap bu ank itu nk nolong ibu esok di akhirat," tulisMohd Irwan.

Peristiwa ini seharusnya membuat orangtua lebih berhati hati dan selalu mengawasi anaknya dimanapun dan kapanpun.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*