Pasar Merespon Positif Bergabungnya Prabowo menuju Kabinet Jokowi

Peneliti INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, kabar akan masuknya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ke kabinet Jokowi periode kedua akan membawa iklim politik Indonesia menjadi lebih kondusif. Pasar diyakini menyambut positif keputusan tersebut. Bhima mengatakan, munculnya Prabowo yang menyatakan kesiapannya untuk masuk dalam kabinet Jokowi dan Ma'ruf Amin, memberikan sinyal positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Begitu pula dengan nilai tukar rupiah yang kini menunjukkan tren menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sejak momen pelantikan Jokowi Ma'ruf sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019 2024.

Meskipun pasar masih menunggu Jokowi mengumumkan susunan kabinetnya pada Rabu (23/10/2019) besok. "Kurs Rupiah juga menguat 0,13% menjadi 14.059 per USD," jelas Bhima. Sambutan positif juga datang dari para investor yang mulai mencatatkan beli bersih (nett buy) di pasar saham sebesar Rp 7,18 miliar.

Setelah sebelumnya mencatatkan jual bersih (nett sells) dalam sepekan jelang pelantikan Presiden dan Wapres sebesar Rp 1,01 triliun. "Dana asing yang sebelumnya keluar, mulai masuk sebesar Rp 7,18 miliar," kata Bhima. Masuknya Prabowo dalam kabinet Jokowi Ma'ruf diharapkan mampu membawa kondusivitas pada iklim politik dan tentu saja ini akan berdampak pada fokus tim ekonomi pemerintah dalam menyelesaikan masalah ekonomi bangsa ini.

"Harapannya, iklim politik menjadi lebih kondusif dan stabil, kegaduhan politik bisa diminimalisir dan tim ekonomi bisa fokus membenahi masalah yang krusial," ujar Bhima. Sebelumnya, Bhima menilai momen pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak terlalu berpengaruh terhadap keputusan investor dalam melakukan nett buy. Karena dalam sepekan terakhir jelang pelantikan Jokowi Ma'ruf, investor asing mencatatkan jual bersih (nett sells) di pasar saham sebesar Rp 1,01 triliun.

Para investor asing k9ini lebih memilih menunggu momen Jokowi mengumumkan susunan kabinetnya, khususnya para menteri yang masuk di tim ekonomi. Para investor asing menilai nama yang akan masuk sebagai 'tim ekonomi' Jokowi Ma'ruf lebih menentukan karena akan menjadi pembuka peluang investasi melalui kebijakan strategis dan teknis. Menurut Bhima, 'Jokowi Effect' termasuk pidato politik pasca pelantikan di gedung DPR/MPR hari Minggu (20/10/2019) lalutidak terlalu memberi pengaruh pada minat investor asing untuk masuk.

"Dibandingkan periode I Jokowi, kali ini Jokowi effect mulai memudar," kata Bhima.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*