Pengamat Transportasi Harap Tarif Rencana Jalan Berbayar Disesuaikan Tinggi Rendahnya Kepadatan

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memastikan electronic road pricing (ERP) atau jalan berbayar menuju Jakarta akan dioperasikan di daerah perbatasan kawasan Jabodetabek pada 2020. Terkait hal itu, pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan berharap tarif jalan berbayar tersebut akan disesuaikan dengan tinggi rendahnya kepadatan di ruas jalan itu. Tigor mencontohkan kawasan Margonda Kalimalang, salah satu jalan yang akan diberlakukan rencana jalan berbayar tersebut.

Ia menyebut tarif di jalan tersebut seharusnya mahal bila kepadatannya sedang tinggi seperti saat pagi hari. Di sisi lain, ketika tak terlalu padat maka tarif harus juga diturunkan. "Misalnya kalau demandnya lagi tinggi di jalan tersebut, misal di Margonda pagi pagi padat tuh, ya tarifnya mahal. Ketika kurang padat atau demandnya rendah, tarifnya turunin. Sementara waktu tengah malam kan nggak ada orang pakai tuh jalan, ya tarifnya nol saja," tandasnya.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*