Penyakit Yang Diidap Ashanty Dan Raditya Dika Tribunnewswiki Mengenal Lebih Jauh Autoimun

<div id='InformasiAwal'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Penyakit autoimunmerupakan keadaan patologis yang timbul akibat dari respon imun abnormal untuk zat dan jaringan yang biasanya hadir dalam tubuh. Pengobatan penyakit autoimun biasanya denganagen imunosupresifyang menurunkan respon imun.

Pengobatan model baru yaitu pengeblokansitokin(atau pengeblokan jalur sinyal sitokin) dan penghilangan efektor sel T dan sel B (misal terapi anti CD20 pada sel B). Meski tak sepopuler masalah kesehatan lainnya, penyakit autoimun adalah kondisi yang bisa menyebabkan kerusakan organ hingga kematian jika dibiarkan. Sayangnya, belum banyak yang tahu apa itu penyakit autoimun.

Padahal, sama dengan penyakit lainnya, masalah kesehatan yang satu ini dapat lebih mudah ditangani jika didiagnosis lebih dini. <div id='Definisi'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Autoimun adalah kondisi saat sistem kekebalan tubuh (imun) tidak dapat menjalankan fungsi normalnya.

Padahal sistem imun bertugas melawan infeksi virus, bakteri, dan benda asing lainnya. Kegagalan inilah yang kemudian mengakibatkan sistem imun menyerang tubuh dan menimbulkan penyakit. Kondisi ini termasuk penyakit kronis yang bisa mengganggu kesehatan secara bertahap.

Ada sekitar 80 penyakit dalam kelompok besar autoimun dengan gejala yang berbeda beda. Namun secara garis besar, penyakit ini terbagi ke dalam dua kategori, yaitu: Meski bisa menyerang siapa saja, tetapi dilaporkan bahwa 80 persen orang yang mengalaminya adalah wanita.

<div id='GejalaAwal'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Penyakit autoimun adalah masalah kesehatan yang berjalan dengan sangat lambat. Artinya, gangguan kesehatan ini sering kali sulit diagnosis di awal kemunculannya.

Gejalanya pun mirip dengan penyakit lain sehingga sulit dikenali. Selain itu, gangguan sistem imun ini juga bisa menyebabkan penyakit yang berbeda beda. Oleh sebab itu, gejalanya tidak bisa disamaratakan.

Dalam praktik sehari hari sebagai seorang rheumatologist, ada berbagai gejala yang paling sering muncul. Tentunya gejala yang muncul juga berbeda beda tergantung jenis penyakitnya, seperti: Lupusadalah penyakit autoimun yang ditandai dengan gejala awal seperti:

Jika tidak segera ditangani, tubuh akan mengalami kerusakan organ vital seperti otak, ginjal, paru paru, dan jantung Penyakit autoimun ini menyerang persendian di seluruh tubuh terutama tangan. Adapun gejala awal yang muncul yaitu rasa nyeri dan kaku di jari tangan terutama pada pagi hari.

Jika tidak segera diobati penyakit ini bisa mengakibatkan kerusakan permanen dan cacat sendi. Penyakitankylosing spondilitisbiasanya lebih sering menyerang pria di usia muda. Gejala awalnya yaitu sakit pinggang terutama di pagi hari dan akan membaik setelah melakukan aktivitas fisik.

Namun jika tidak segera diobati kondisi ini membuat ruas tulang belakang menyatu seperti bambu. Akibatnya, tulang menjadi kaku sehingga mengalami kesulitan untuk membungkuk. Di awal kemunculannyaskelodermabiasanya ditandai dengan pengerasan dan penebalan pada kulit.

Akibatnya, kulit menjadi lebih kencang dan mengkilat. Selain itu, gejala lainnya yang kerap muncul yaitu perubahan warna kulit saat cuaca dingin. Ketika kondisinya berlanjut, lama lama jaringan parut pada organ tubuh seperti paru dan ginjal akan muncul.

Akibatnya, kegagalan fungsi organ tak bisa dihindarkan. Penyakit autoimun ini biasanya ditandai dengan gejala seperti badan lemas, nyeri sendi, serta mata dan mulut yang kering. Jika tidak ditangani,sjorgen syndromabisa menyebabkan kerusakan pada mata dan gigi serta organ lainnya seperti ginjal dan paru.

<div id='Penyebab'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Hingga saat ini belum ditemukan secara pasti penyebab gangguan kesehatan yang satu ini. Namun, salah satu faktor yang berperan dalam kemunculan penyakit ini yaitu unsur genetik.

Orang dengan riwayat keluarga penyakit autoimun memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk terkena masalah kesehatan ini. Namun, tidak semua orang dengan orangtua yang memiliki penyakit autoimun pasti terkena masalah sistem kekebalan tubuh ini. Selain faktor genetik, infeksi bakteri dan virus juga diduga memicu penyakit autoimun.

Teori lain juga menyebutkan bahwa paparan terhadap bahan kimia tertentu memicu kemunculan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini. <div id='Pengobatan'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Kebanyakan dari penyakit autoimun belum dapat disembuhkan, namun gejala yang timbul dapat ditekan dan dijaga agar tidak timbulflare.

Pengobatan untuk menangani penyakit autoimun tergantung pada jenis penyakit yang diderita, gejala yang dirasakan, dan tingkat keparahannya. Untuk mengatasi nyeri, penderita bisa mengkonsumsiaspirinatau ibuprofen. Pasien juga bisa menjalani terapi pengganti hormon jika menderita penyakit autoimun yang menghambat produksi hormon dalam tubuh.

Misalnya, untuk penderita diabetes tipe 1, dibutuhkansuntikan insulinuntuk mengatur kadar gula darah, atau bagi penderitatiroiditisdiberikan hormon tiroid. Beberapa obat penekan sistem kekebalan tubuh, sepertikortikosteroid(contohnyadexamethasone),digunakan untuk membantu menghambat perkembangan penyakit dan memelihara fungsi organ tubuh. Obat jenis anti TNF, seperti infliximab, dapat mencegah peradangan yang diakibatkan penyakit autoimunrheumatoid arthritisdanpsoriasis.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*