Sakit Hati Punya Efek Jangka Panjang Terhadap Kesehatan Jantung

Bagaimana Fairuz A Rafiq menerima hinaan dari Galih Ginanjar?Saat video pelecehan tersebut tersebar luas, Fairuz mengaku sampaisusah tidurdibuatnya. Pengakuan itu ditulis Fairuz di kolom komentar unggahan kakak iparnya,Elma Theana. Seperti kakak pada umumnya,Elma Theanaberang mendengar tudingan bauikan asinyang dilontarkan mantan suami Fairuz.

Elma Theana akhirnya menuliskan kecaman dan peringatannya lewat akun Instagram @elmatheana pada Kamis (4/7/2019). Unggahan Elma pun langsung dikomentari istri Sonny Septian itu. “Kak,”tulis Fairuz sambil membubuhkan emotikon sedih.

Kakak kandungSonny Septianitu membalas komentar Fairuz. Ia mengaku hingga susah tidur memikirkan perasaan adik dan adik iparnya saat mengetahui kejadian tersebut. “Aku enggak bisa tidur fai sampe jam 3 malem mikirin perasaan kamu, faz dan soni,”balas Elma. Bukan hanya Elma, tekanan batin itu juga dialami oleh Fairuz.Putri dari pedangdut A Rafiq itu juga mengaku sulit tidur saat mengetahui video tersebut.

“Maaf ya kak jadi buat kakak susah tidur….aku dari pertama tahu video ini aku gak bisa tidur nyenyak kak, kebangun terus down banget aku…doain aku ya kak,”balas Fairuz. Kondisi yang dialami Elma dan Fairuz ini merupakan imbas dari apa yang dinamakan sakit hati. Biasanya, reaksi yang akan ditimbulkan tubuh seseorang yang sakit hati di antaranya susah tidur (insomnia), kulit bermasalah, memicu kecemasan, nafsu makan berkurang, hingga stres.

Sakithati atau tekanan emosional yang parah juga dapat memicu kondisi serupa dengan serangan jantung,yakni menimbulkan kerusakan jangka panjang pada jantung. Takotsubo cardiomyopathyatau sindrom sakit hati ini umumnya dipicu oleh pengalaman traumatis antara lain putus dengan pasangan atau bisa juga hinaan yang membekas dihati. Dalam kondisi yang parah, otot jantung akan menjadi lemah dan tidak lagi berfungsi dengan baik.

Bila penelitian sebelumnya menyatakan bahwa kerusakan yang terjadi hanya bersifat sementara, hal tersebut kini dibantah oleh para ilmuwan dari University of Aberdeen. Mereka menemukan fakta bahwa efeknya dapat bersifat permanen, seperti serangan jantung. Dalam studi yang didanai olehBritish Heart Foundation(BHF), tim dokter memeriksa 37 pasienTakostuboselama sekitar 2 tahun dengan menggunakan pemindaian ultrasound dan MRI.

Temuan yang dipresentasikan diAmerican Heart Association Scientific Sessionsdi California ini mengungkapkan bahwa para partisipan memiliki kerusakan yang tidak dapat diobati pada jaringan otot jantung, karena berkurangnya elastisitas. Kurangnya elastisitas ini membuat jantung tidak berdetak secara maksimal. Studi lain yang dilakukan olehHarvard Medical Schoolmenyebutkan, lebih dari 90% pasien kasusTakotsuboyang dilaporkan adalah wanita berusia antara 58 dan 75 tahun.

"Takotsubo adalah penyakit yang dapat menyerang orang sehat dengan efek merusak," jelas Profesor Jeremy Pearson,associate medical directordi BHF. "Kami pernah mengira dampak dari penyakit yang mengancam jiwa ini bersifat sementara, tapi sekarang kami melihat bahwa efeknya terus memengaruhi orang selama sisa hidup mereka," tambahnya. Pearson menambahkan bahwa saat ini tidak ada perawatan jangka panjang untuk pasien "patah hati" ini karena petugas medis sebelumnya mengira semua penderita akan sembuh total.

"Penelitian baru ini menunjukkan ada efek jangka panjang padakesehatan jantung, dan menyarankan agar kita merawat pasien dengan cara yang serupa dengan orang yang berisiko mengalami gagal jantung," pungkasnya.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*