Saya Ingin Mendamaikan Semua Orang Kei di Jakarta Nus Kei Angkat Bicara

Belum lama ini rumah milik Nus Kei di Green Lake City, Tangerang diserang sejumlah orang. Setelah diusut, ternyata pelaku penyerangandari kelompok John Refra atau John Kei. Tak lama dari penyerangan tersebut, John Kei dan sejumlah anak buahnya diamankan aparat kepolisian di Perumahan Tytyan Indah Utama,Bekasi.

Penyerangan di kediaman Nus Kei disebut seorang saksi mata dilakukan secara beringas oleh para pelaku. Seorang saksi mata yang enggan menyebutkan namanya itu mengatakan, sejumlah kaca di rumah Nus Kei pecah. Selain itu, anak anakNusKeiharus melompat ke rumah warga lainnya untuk menyelamatkan diri.

"Penyerangan itu, rumah dipecahin, kaca ya. Terus anak anaknya (anakNusKei, red) sampai lompat (pagar) ke rumah rumah, turun ke sebelah untuk kabur karena mau ditembak," ujar saksi dilansir dar video Kompas Tv pada Selasa (23/6). Saksi itu menuturkan, anak buah John Kei menyerang area cluster Australia karena mencari keberadaan Nus Kei. Lebih lanjut, disebutkan anak buahJohnKeiitu mengendarai tiga mobil saat mendatangi rumahNusKei.

"Di mobil itu menurut anaknya, anaknyaNusKeiya, itu ada sekitar penuh lah. Tiga mobil penuh, memang niat untuk menyerang," beber saksi. Saat menyerang kawasanGreenLakeCity, anak buahJohnKeitak segan melepaskan tembakan sebanyak tujuh kali, merusak gerbang perumahan, dan mengacak acak rumahNusKei. Akibatnya, satu orang sekuriti perumahan mengalami luka karena ditabrak anak buahJohnKeidan satu pengendara ojek online tertembak di bagian kaki.

Sementara itu, penyerangan di Cengkareng menyebabkan satu anak buahNusKeiberinisial ER tewas dan satu orang lainnya terluka. Polisi kemudian menangkap John Kei dan 29 anak buahnya di markas mereka di Jalan Tytyan Indah Utama X, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu sekitar pukul 20.15 WIB. Polisi menyita sejumlah barang bukti di markas kelompok John Kei di antaranya 28 buah tombak, 24 buah senjata tajam, 2 buah ketapel panah, 3 buah anak panah, 2 buah stik bisbol, dan 17 buah ponsel.

Kini,JohnKeidan 29 anak buahnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyerangan, penganiayaan, dan pembunuhan berencana. Mereka dijerat Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 169 KUHP, Pasal 170 KUHP, dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman mati. Nus Kei akhirnya buka suara terkait peristiwa penyerangan yang dilakukan kelompokJohnKeidi rumahnya.

Ditemui di pemakaman rekannya YDR,NusKeimenceritakan awal perseteruan mereka karena masalah tanah di Kota Ambon,Maluku. Dengan peristiwa berdarah terjadi itu,NusKeiberharap kejadian serupa tak akan kembali terjadi. "Kami berharap kejadian kemarin menjadi yang terakhir kami berharap itu dikubur bersama keponakan saya yang dikubur sekarang. Semoga jangan terulang lagi, saya posisikan diri sebagai orangtua, paman," kata Nus Kei.

Lebih lanjut,NusKeimenjelaskan ia memiliki hubungan persaudaran dengan Joh Kei. Terlebih, ia memegang kuat filsafat marga Kei yakni 'Ain ni ain, vu’ut ain mehe ngifun, manut ain mehe tilur'. "Kami ini satu, kami ini kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, kami orang Kei, Ain ni ain, vu’ut ain mehe ngifun, manut ain mehe tilur kami pikir suku suku lain tidak punya filsafat itu, dan itu sangat mengikat kami," ucapNusKei.

Pembunuhan YBR dan perusakan rumahnya, menurutNusKeikarena sang keponakan tak bisa mengontrol emosi. "Ini cuma karena emosi, keponakan saya tidak bisa kontrol emosi," kataNusKei. Saat mendekam di Nusakambangan, John Kei diketahui pernah diwawancara oleh salah satu media televisi.

John Kei mengaku kala itu ingin berubah dan bertobat. Nus Kei memercayai pernyataanJohnKei, dan berharap ia benar benar kembali ke jalan yang benar. "Saya berharap dia wawancaranya dia bisa berubah. Saya selalu berdoa, saya percaya kepada Tuhan suatu saat dia akan berubah dan dia akan kembali ke jalan yang benar," tambahnya.

Nus Kei kemudian berkata dia dapat menjamin peristiwa berdarah itu tak akan terjadi lagi. "Saya keluarga saya kami semua berdoa meminta jangan ada terjadi seperti ini. Ini membuat kami malu. Saya garansikan itu," ujar Nus Kei. Nus Kei lalu mengaku akan berusaha mewujudkan perdamaian.

"Saya berusaha melakukan rekonsiliasi, untuk mendamaikan seluruh orang Kei yang ada di Jakarta. Saya pegang filsafat itu, Ain ni ain, vu’ut ain mehe ngifun, manut ain mehe tilur," jelasNusKei.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*