Surat Cinta Ani Yudhoyono Terakhir untuk SBY, AHY Ungkap Isi Pesan yang Mengharukan

Pada bulan Februari lalu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat bercerita tentang keromantisan kedua orangtuanya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ani Yudhoyono. Cerita itu diungkapkan AHY ketika ia menjadi bintang tamu dalam acara Rumpi yang dipandu oleh Feni Rose. AHY menjadi bintang tamu bersama dengan istrinya, Annisa Pohan.

Pasangan suami istri ini pun berbagi cerita tentang perilaku SBY dan Ani Yudhoyono yang selalu saling mengasihi. Menurut AHY, SBY dan Ani Yudhoyono tak pernah ragu untuk menunjukkan cinta mereka di hadapan siapapun. "Kadang kadang kalau kita kan jaim, tapi bapak SBY dan ibu Ani tak ragu ragu menunjukkan kasih sayangnya,"ujarnya yang di iyakan Annisa Pohan.

Bahkan menurut Annisa, keduanya tanpa ragu hingga saat ini saling memanggil dengan panggilan sayang"Yang,". "Walaupun baru ketemu, bapak balik lagi ketemu ciumnya jidat ibu, benar benar dari kata kata, sentuhan, aksinya benar benar menunjukkan saling mengasihi,"ujar Annisa. Selain ditunjukkan secara langsung, Ani Yudhoyono juga kerap menulis surat romantis untuk SBY.

Surat terakhir Ani Yudhoyono untuk SBY ia buat tak lama setelah dirinya divonis menderita leukimia. Annisa Pohan yang turut membca surat tersebut mengirimkan fotonya kepada sang suami. AHY lalu mengungkapkan isi pesan romantis yang dituliskan oleh Ani Yudhoyono.

Ani merasa bahagia dan beruntung saat berada di sisi SBY. Tapi, ia juga menyampaikan permintaan maaf karena merepotkan sang kekasih saat dirinya divonis kanker darah. "Pepo, I always happy beside you.

Thank you, Pepo. Coba buat lagunya, Po. Ketika pertama ketahuan penyakit darah yang saya derita, saya bilang 'Pepo, maafkan saya merepotkan Pepo'.

Spontan Pepo menjawab, 'Maafkan Pepo yang tidak bisa menjaga Memo.' Suami istri memang harus saling menjaga. Love you, Pepo," bunyi pesan Ani Yudhoyono pada SBY kala itu.

Kisah haru lain terungkap saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam perjalanan membawa jenazah Ani Yudhoyono menuju Tanah Air. Salah satu menteri di era pemerintahan SBY, Muhammad Nuh, menceritakan kesetiaan SBY pada Ani. Melansir dari Grid.ID, Muhammad Nuh mendampingi SBY dan keluarga di National University Hospital (NUH), Singapura, sejak Jumat (31/5/2019) lalu.

Muhammad Nuh sangat mengingat salah satu ucapan SBY mengenai dirinya dan sang istri. Kisah tersebut diceritakan oleh SBY pada Muhammad Nuh ketika mereka berada di dalam pesawat Hercules yang membawa jenazah Ani Yudhoyono dari Singapore menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (01/06/2019). Saat berada di dalam pesawat Hercules, SBY meminta kursi di sebelahnya untuk dikosongkan.

Bukan tanpa alasan SBY meminta kursi tersebut dikosongkan. SBY mengawali kisahnya dengan bercerita soal pertama kali mengantar Ani berobat ke Singapura pada 2 Februari 2019 lalu. Divonis mengidap kanker darah, Ani langsung mendapat perawatan di rumah sakit.

Kepada Muhammad Nuh, SBY mengatakan kalau beliau ingin selalu berdua dengan sang istri dalam keadaan apapun. Pergi berdua ke Singapura, SBY ingin beliau juga kembali ke Tanah Air berdua dengan Ani. “Dulu waktu kami ke Singapura kami pergi berdua, kami ingin kembalinya pun berdua,” kata SBY yang dikutip oleh Muhammad Nuh di Pendopo Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019).

Namun ternyata takdir berkata lain. SBY tetap pulang bersama Ani namun dalam kondisi sudah tiada. Tak hanya berdua dengan Ani saat kembali ke Tanah Air, SBY juga ditemani oleh keluarga.

“Tapi takdir berkata lain, saya harus kembali bersama keluarga, dan ibu dalam keadaan wafat,” kata SBY kepada Muhammad Nuh.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*