Tak Ada Nama Baru di Urutan 10 Besar Peta Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes

Hasilnya, 10orangterkayadiIndonesiamasih yang itu itu saja. Perbedaannya, ada pada lonjakan dan penyusutan nilai kekayaan mereka, di saat perekonomian nasional tertekan. Hasil perhitungan Forbes, kekayaan gabungan 50 orang terkaya di Indonesia mencapai 134,6 miliar dollar AS pada tahun ini.

Angka tersebut bertambah 5,6 miliar dollar AS ketimbang 2018. Di urutan 10 besar, tidak ada nama baru. Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono sebagai pemilik Grup Djarum masih bertengger di urutan pertama orang terkaya Indonesia dengan kekayaan bersih 37,3 miliar dollar AS.

Jumlah itu bertambah 2,3 miliar dollar AS dari 2018 karena harga saham Bank Central Asia (BBCA) melonjak. Tapi, lonjakan aset Hartono bersaudara masih kalah dibanding kenaikan aset Prajogo Pangestu yang bertambah 4,1 miliar dollar AS menjadi 7,6 miliar dollar AS. Pemilik Grup Barito ini menjadi orang terkaya nomor tiga di Indonesia.

Penyebabnya adalah harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melonjak. Prajogo menjadi pemegang mayoritas saham BRPT sebesar 71,16 persen. Adapun kapitalisasi pasar BRPT sekitar Rp 125 triliun.

Harga BRPT kemarin Rp 1.415 per saham, naik lebih dari tiga kali lipat dibanding akhir tahun 2018 di harga Rp 478 per saham. BRPT memang punya lini usaha yang ekspansif, yakni PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). BRPT menguasai 41,51 persen saham TPIA dan Prajogo memegang sebanyak 14,78 persen.

Sementara nilai aset Susilo Wonowidjojo, pemilik Grup Gudang Garam, turun sekitar 2,6 miliar dollar AS dalam setahun. Penyebabnya, sejak awal tahun hingga kemarin, harga saham Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 36,86 persen menjadi Rp 52.800 per saham. Selain menghitung kekayaan para miliarder, Majalah Forbes memberikan penghargaan Asia's 2019 Heroes of Philanthropy.

Ini adalah penghargaan atas kedermawanan mereka yang mendonasikan sebagian hartanya untuk membantu menyelesaikan problem sosial di dunia maupun di negara negara tempat tinggal para taipan. Sejumlah nama tenar menerima penghargaan ini. Salah satunya Jack Ma.

Selepas mundur dari CEO Alibaba, pendiri Alibaba itu kini berfokus pada filantropi. Dari Indonesia, salah satu taipan yang menerima penghargaan itu adalah Theodore Permadi Rachmat, pemilik Triputra Group. Pria ini dinilai sebagai salah satu pendorong filantropi di Indonesia.

Sejak tahun 2018, taipan pertambangan dan agribisnis yang duduk di peringkat 18 orang terkaya Indonesia ini menyumbangkan hampir 5 juta dollar AS atau setara Rp 70 miliar melalui Yayasan A&A Rachmat. Yayasan ini berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan, dan panti asuhan.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*