Tidak Ada yang Salah Viral Video Pegawai Honorer Masuk Got buat Melatih Mental Politisi Gerindra

Viral di media sosial, video seleksi perpanjangan kontrak pegawai honorer K 2 dan non K 2 di Jelambar, Grogol Petamburan. Dalam video terlihat para pegawai menceburkan diri ke dalam saluran air hitam. AnggotaDPRD DKI Fraksi Partai Gerindra Purwanto turut angkat bicara soal pegawai honorer yang masuk got.

Menurutnya tidak ada yang salah dengan proses seleksi pegawai honorer tersebut. Alasannya, pegawai honorer yang akan bekerja adalah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). “Jika itu dilakukan sebagai upaya orientasi lapangan untuk memperkenalkan dunia pekerjaan mereka, menurut saya sah sah saja," ujarnya, Minggu (15/12/2019) yang dikutip dari .

Nantinya pekerjaan mereka akan diterjunkan ke berbagai lokasi yang ditempatkan di wilayah kerjanya. Purwanto menjelaskan, pekerjaan petugas PPSU termasuk membersihkan saluran air "Untuk melatih mental bekerja yang spartan dan tak kenal medan kerja, karena job desk PPSU menuntut mereka bisa diterjunkan ke semua tempat basah dan kering,” ujarnya.

Purwanto menyakini, pasti ada alasan logis mengenai pegawai honorer yang mendapat intruksi untuk masuk ke dalam got agar kontraknya diperpanjang. Ia pun berharap hal tersebut mampu meningkatkan kinerja di lapangan yang berimplikasi kepada pelayanan masyarakat. “Karena mengacu kinerja mereka tahun sebelumnya, jadi bukan sebagai tindakan hukuman fisik,” ujar pria yang juga menjabat sebagai anggota Komisi A DPRD DKI itu.

Selain itu, ia juga mengatakan, bila aksi mereka menceburkan diri ke dalam saluran air sebagai bentuk selebrasi karena diangkat kembali menjadi pegawai, maka itu haknya. Purwanto berpendapat cara seperti itu dianggap lebih baik dibandingkan mereka merayakan dengan hura hura. Purwanto justru menyarankan kepada Pemprov DKI untuk menerapkan hal serupa bila diperlukan.

Menurutnya hal itu diperlukan sebagai pendidikan dasar kedisiplinan. Supaya nantinya mereka mereka bekerja taat dan patuh kepada aturan. “Pendidikan dasar seperti ini menunjang kinerja mereka ke depan, di samping pembentukan karakter dan pembinaan mental berkesinambungan,"

"Harapannya mereka bisa menjadi pelayan dan pamong masyarakat yang handal,” tambahnya. Bila Pemprov setuju, sebaiknya kegiatan ini dilakukan setiap tahun. Kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi ajang evaluasi kinerja pegawai.

“Setahun sekali sebagai evaluasi kinerja, tak berlebihan bila dilakukan karena bisa memupuk kebersamaan, jiwa korsa dan peningkatan etos kerja, asal dibarengi evaluasi menyeluruh,” katanya. Sementara itu,Ketua Komisi ADPRD DKI Jakarta, Mujiyono mengatakan hal yang berbeda. Komisi A DPRD DKI akan memanggil pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Lurah Jelember yang bernama Agung Triatmojo itu akan dipanggil terkait instruksi kepada para pegawai honorer untuk masuk ke dalam got. Dikabarkan instruksi itu dikeluarkan sebagai syarat perpanjangan kontrak. Syarat tersebut supaya para pegawai honorer dipekerjakan kembali pada 2020 mendatang.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono mengatakan akan memanggil pada hari senin (16/12/2019) atau selasa (17/12/2019) nanti. “Kalau kata mereka (pegawai kontrak) itu selebrasi dari mereka sendiri. Tapi kalau memang benar (instruksi lurah) Komisi A mau panggil lurah tersebut di hari Senin atau Selasa nanti,” ujarnya, Minggu (15/12/2019) yang masih dilansir melalui . Pemanggilan Agung sangat diperlukan untuk mengetahui duduk persoalan tersebut.

Mujiyono mengatakan, metode perpeloncoan sebagai syarat masuk kerja bukan zamannya lagi. Hal itu dikarenakan perpeloncoan dianggap tidak manusiawi. Apalagi bila mengacu pada Surat Edaran Sekretaris Daerah DKI Jkarta Nomor 85 tahun 2019 tentang Pengadaan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan.

Menurut acuan tersebut, pegawai honorer yang ingin melanjutkan kontrak lagi tidak perlu mengikuti tes fisik maupun tertulis.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*