Viral Curhat Ayah Bayinya Sering Disentuh Orang Karena Lucu, Akibatnya Menyakitkan, Hati Ortu Hancur

Jangan sembarangan menyentuh anak orang lain, selucu dan segemas apapun anda padanya. Setidaknya belajarlah pada pengalaman pahit yang dibagikan seorang ayah pemilik akun Instagram bernama @papeeryuzio ini. Selasa (14/5/2019), akun tersebut mengunggah cerita tentang pengalaman tak mengenakkan yang sempat dialami keluarganya.

Pemilik akun tersebut bersama istrinya memiliki seorang bayi dengan wajah yang amat lucu dan menggemaskan. Suatu hari mereka mengajak bayinya mendatangi hajatan, mereka antusias datang dan mendadani anaknya dengan cara yang sangat menggemaskan. Namun hal itu justru menjadi permulaan dari sebuah bencana.

Awalnya @papeeryuzio membagikan foto sang anak sebelum kejadian mengerikan itu terjadi. Ia mengatakan di foto tersebut bayinya baru berusia enam bulan dan itu adalah momen pertama R datang ke acara pernikahan. Melihat bayi @papeeryuzio, tamu lain yang datang ke kondangan justru menggila.

Mereka terlalu gemas pada sang bayi hingga tak bisa menahan hasrat memegang, membelai, bahkan menciumnya. "Mereka gak tua gak muda sama semua pas liat R 'A lucu banget R! pipinya ngegemesin'," "Ada yang sekedar toel. Ada yang nyubit. Ada yang elus. Ada yang cium. Ada yang abis pegang sepatu R pegang pipi R," tulis @papeeryuzio.

Melihat hal itu, @papeeryuzio dan istri hanya bisa pasrah meski dalam hati mereka tak rela bayinya dipegang begitu banyak orang. "Gue dan Mamme, pasrah cuma bisa ngelapin pipi R, tangan, semua dilap," tulis @papeeryuzio. Namun pada malam harinya, kejadian tak mengenakkan terjadi.

Pipi bayi mereka mulai memerah dan gatal. "Malemnya R nangis kayak gatel gitu pipi dia dan merah merah gitu," tulis @papeeryuzio. Demi pertolongan pertama @papeeryuzio dan sang istri segera memakaikan R lotion khusus ke pipi bayi tersebut.

Bukannya membaik luka di pipi R justru semakin parah dari hari demi hari. "Kita pakein lotion buat pipinya R," "Dan setelah beberapa hari, R tetap gatel gitu pipinya, tiap digendong, dia gesek gesek terus ke baju, ke kain," tulis @papeeryuzio.

Luka bayinya makin marah bahkan mulai berair. "Sampe akhirnya pas pagi pagi gue lihat sumpah gue kaget banget, dia nangis gitu sambil pegang pegang pipi. Gue beneran mau nangis. Mau teriak rasanya,"

"Itu luka berair gatel sekali rasanya," tulis @papeeryuzio. Bukan cuma memerah dan berair, pipi R bahkan mengalami luka seperti terkena knalpot sepeda motor. Pipi R terus berair dan mengeluarkan darah.

"Itu pipi kayak abis kena knalpot, dagingnya keliatan," "Berdarah terus, berair terus," tulis @papeeryuzio. Karena khawatir, mereka membawa bayinya ke dokter spesialis kulit.

Ia mengatakan R didiagnosis menderita dermatitis atopik yang cukup parah dan tak bisa disembuhkan. "Di RS PIk. Dan dia bilang kalau R itu dermatitis atopik alias eczema. Udah parah. Enggak bisa disembuhin, cuma bisa diminimalisir penyebabnya dihindari," tulis @papeeryuzio.

Mendengar hal tersebut @papeeryuzio mengaku sangat terpukul. Biaya yang dikeluarkan untuk berobat juga tak sedikit, mencapai jutaan Rupiah. Setelah menjalani pengobatan selama beberapa minggu, R akhirnya membaik.

Namun karena biaya kontrol kondisi R kepada dokter spesialis kulit tersebut cukup mahal, @papeeryuzio dan istri memutuskan untuk berhenti. Mereka memilih untuk merawat sendiri luka di pipi R yang mulai membaik. "Setelah perjuangan beberapa minggu, R membaik,"

"Kita kontrol lagi ke dokter. Dan dokter bilang, ini masih harus di kontrol lagi dan direpeay krimnya," "Karena kondisi keuangan yang lumayan ngepas, gue akhirnya gak balik lagi. Mahal dokternya," "Alhasil gue dan bini, rawat sendiri.

Sebersih mungkin dijaga," tulis @papeeryuzio. Cerita ini menjadi pelajaran berharga untuk para orangtua. Meski tak enak hati, namun orangtua harus tegas melarang orang lain untuk menyentuh bayinya.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*