Virus Corona Kemungkinan Besar Bakal Ditetapkan sebagai Pandemi Apa Artinya

Para ilmuwan dan pakar penyakit dan kesehatan mengatakan, virus corona Wuhan tak lama lagi bakal dinyatakan sebagai pandemi. Berdasarkan data update di situs , hingga Selasa (4/2/2020) siang hari ini, jumlah kasus terinfeksi virus corona mencapai 20.629, di mana sekitar 14 persen nya atau 2.790 orang berada dalam kondisi kritis. Sementara, ada 427 orang tewas, dan sebanyak 658 orang sudah sembuh.

Pekan lalu, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menetapkan status darurat kesehatan publik internasional terkait merebaknya wabah virus corona. Namun, ketika disebut sebagai pandemi, itu berarti virus corona telah mencapai level baru. Sebab, istilah pandemi mengacu pada penyebaran wabah penyakit yang lebih mengglobal.

Mengutip laman This is Insider , ilmuwan yang menyebut virus corona kemungkinan besar bakal dinyatakan sebagai pandemi adalah Dr. Anthony Fauci. Dr. Anthony Fauci merupakan direktur National Institute of Allergy and Infectious Disease, atau Institut Nasional Alergi dan Penyakit Infeksi di Amerika Serikat. "Virus corona ini sangat sangat mudah menular, dan hampir bisa dipastikan akan menjadi pandemi," kata Dr. Anthony Fauci kepada New York Times, Minggu (2/2/2020).

Menurut sejumlah badan kesehatan di dunia, ada beberapa kriteria bagi sebuah virus untuk dinyatakan sebagai pandemi: 1. WHO mendefinisikan pandemi sebagai 'penyakit baru yang menyebar ke seluruh dunia.' 2. Penyakit pandemi akan menyebar lintas 'beberapa negara atau benua, biasanya menjangkiti sejumlah besar manusia,' menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di AS (CDC).

3. Suatu wabah virus dapat dinyatakan sebagai pandemi apabila itu 'sangat jelas berbeda dari galur virus yang ada saat ini' dan jika 'manusia hanya punya sedikit atau sama sekali tidak punya imunitas terhadapnya', menurut Badan Eksekutif Kesehatan dan Keselamatan Inggris (Health and Safety Executive atau HSE). 4. Sebuah penyakit menjadi pandemi ketika itu bisa menginfeksi banyak orang di area yang luas, ditularkan antar manusia, dan menyebabkan penyakit klinis, menurut HSE. Sebaliknya, epidemi mengacu pada wabah yang merebak di suatu daerah tertentu atau lebih terlokalisasi, bukan menyebar secara global.

Sejauh ini, sejumlah badan kesehatan masih mendefinisikan virus corona 2019 nCoV sebagai epidemi. CDC mengatakan, epidemi merupakan 'suatu peningkatan yang seringkali mendadak dalam jumlah kasus suatu penyakit melebihi perkiraan normal dalam populasi di area tertentu.' Masih dalam konteks yang sama, WHO mendefinisikan epidemi sebagai 'peristiwa kasus penyakit, perilaku khusus yang terkait kesehatan, atau kejadian lain yang berkaitan dengan kesehatan di dalam sebuah komunitas atau wilayah yang melebihi ekspektasi atau perkiraan normal.'

Sementara itu, mantan direktur CDC, Dr. Thomas Frieden mengatakan, virus corona 'semakin lama hampir semakin sulit untuk dibendung.' Ia menambahkan, "Artinya, virus corona baru akan semakin luas menyebar seperti flu atau organisme lainnya, tetapi kita masih belum tahu seberapa jauh, luas, atau mematikan virus tersebut." Pakar penyakit infeksi di St. Jude Children's Research Hospital, Robert Webster, mengatakan kepada Associated Press, Minggu (2/2/2020):

"Virus corona kedengarannya dan tampaknya akan menjadi virus yang sangat mudah menular." Sejak kasus pertamanya dilaporkan pada Desember 2019 lalu, virus corona juga telah menyebar ke lebih dari 24 negara di dunia. Dari 427 orang yang tewas akibat virus Corona, satu korban tewas berasal dari Filipina.

Korban tewas di Filipina tersebut merupakan korban tewas pertama yang berada di luar wilayah China.

Avatar

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Apapun yang orang lain katakan, hal yang terpenting dalam hidup adalah bersenang-senang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*